Senin, 01 September 2014 Waktu UTC: 18:35

Berita / Gaya Hidup / Kesehatan

Jutaan Anak di Negara Berkembang Tidak Diberi Paket Vaksinasi Dasar

Organisasi Doctors Without Borders melaporkan, jutaan anak di negara berkembang tidak menerima paket vaksinasi dasar.

Menurut Epicentre, divisi penelitian pada organisasi Doctors Without Borders, jutaan anak yang lahir di negara berkembang setiap tahun menerima vaksin yang kurang manjur (Foto: dok).
Menurut Epicentre, divisi penelitian pada organisasi Doctors Without Borders, jutaan anak yang lahir di negara berkembang setiap tahun menerima vaksin yang kurang manjur (Foto: dok).
Hasil sebuah penelitian baru oleh Epicentre, divisi penelitian organisasi Doctors WIthout Borders, menemukan bukti-bukti bahwa satu jenis vaksin mungkin tidak diperuntukkan bagi semua orang.

Rebecca Grais, Direktur Epidemiologi dan Kesehatan Penduduk di Epicentre, mengatakan, vaksin untuk penyakit yang mengancam nyawa harus dimodifikasi agar bisa digunakan untuk melindungi anak-anak di Afrika.

"Kami ingin memastikan bahwa vaksin yang ada dan vaksin kami miliki, keduanya disesuaikan dengan populasi sasaran, dalam hal persentasi dan komposisi, dan kami ingin vaksin-vaksin itu mudah digunakan, baik untuk para ibu, maupun lpara petugas ayanan kesehatan," paparnya.

Banyak wilayah di Afrika tidak memiliki pendingin atau listrik yang memadai untuk menjaga agar vaksin tersimpan dalam suhu yang tepat. Jalanan yang rusak dan masalah logistik lain juga membuat penyaluran vaksin ke masyarakat tersendat. Selain itu, vaksin-vaksin itu tidak selalu mudah digunakan atau diberikan dengan dosis yang tepat.

Grais mengatakan, semua faktor ini harus diperimbangkan selama tahap pengembangan dan pengujian vaksin. Ia dan timnya meluangkan waktu dua tahun mempelajari kasus diare pada lebih dari 10.000 anak balita di Niger. Diare merupakan salah satu penyebab utama kematian anak di Afrika dan seringkali disebabkan karena tertular apa yang disebut rotavirus.

Epicentre mengatakan, dua vaksin yang tersedia untuk mencegah rotavirus dikembangkan dan diuji di negara-negara maju, di mana vaksin-vaksin itu diketahui 90 persen manjur. Namun, kemanjuran vaksin-vaksin yang sama diperkiarakan hanya mencapai 50 sampai 60 persen bila digunakan di Afrika dan Asia.

Menurut Grais, meskipun penelitian mereka terfokus pada vaksin rotavirus, temuan itu relevan dengan vaksinasi pada umumnya.

Epicentre telah meluncurkan dua penelitian tambahan yang mempelajari metode alternatif untuk pemberian vaksin tetanus di Chad dan vaksin penyakit pneumokokus di Uganda.

Para peneliti berharap temuan itu akan lebih meyakinkan perusahaan farmasi bahwa mereka perlu menyesuaikan vaksin dengan tantangan yang ada di negara berkembang.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook