Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 12:41

Berita / Iptek / Teknologi

Jepang Luncurkan 2 Satelit Intelijen

Jepang berhasil menempatkan dua satelit di orbit untuk memperbesar kemampuannya mengumpulkan informasi intelijen.

Roket H-2A yang mengangkut piranti satelit radar diluncurkan dari Pusat Peluncuran Pesawat Antariksa Tanegashima di Japanese baratdaya pulau Tanegashima, sekita 1,000km (621 miles) baratdaya Tokyo, 27 Januari 2013. (REUTERS/Kyodo)
Roket H-2A yang mengangkut piranti satelit radar diluncurkan dari Pusat Peluncuran Pesawat Antariksa Tanegashima di Japanese baratdaya pulau Tanegashima, sekita 1,000km (621 miles) baratdaya Tokyo, 27 Januari 2013. (REUTERS/Kyodo)
UKURAN HURUF - +
Para ilmuwan mengatakan, peluncuran - yang dilakukan dengan roket tunggal pada hari Minggu - itu  menempatkan sebuah radar satelit dan sebuah alat penyidik optis eksperimental.

Radar itu akan dapat mendeteksi objek di bumi hingga sekecil satu meter persegi, dan dapat menembus kegelapan malam dan awan. Alat penyidik optis akan mengumpulkan data untuk keperluan riset dan pengembangan.

Jepang mulai meluncurkan serangkaian satelit pemantau setelah Korea Utara menembakkan misil balistik ke Jepang pada 1998.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Respon AS terhadap Konflik Rohingya - Liputan Berita VOA

Seperti di tanah air, aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya juga mendapat perhatian dari pemerintah maupun sebagian rakyat Amerika Serikat. Presiden Barack Obama meminta pemerintah Burma yang juga dikenal sebagai Myanmar serius merespon serangan dan relokasi paksa warga Rohingya. Amerika berharap berbagai konflik etnis di negara yang baru berdemokrasi tersebut bisa segera diatasi. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C
 Aktivitas di Facebook