Sabtu, 20 Desember 2014 Waktu: 03:13

Berita / Politik

Jenderal Dunford Komandan Baru Pasukan NATO di Afghanistan

Jenderal Marinir AS Joseph Dunford mengambil alih misi militer yang dipimpin NATO di Afghanistan pada upacara pergantian kepemimpinan di Kabul hari Minggu.

Jenderal John Allen (kiri) melakukan serah terima Komado Pasukan NATO di Afghanistan kepada Jenderal Marinir Joseph Dunford di Kabul Afghanistan hari Minggu (10/2).
Jenderal John Allen (kiri) melakukan serah terima Komado Pasukan NATO di Afghanistan kepada Jenderal Marinir Joseph Dunford di Kabul Afghanistan hari Minggu (10/2).
Ayaz Gul
Upacara pergantian kepemimpinan itu dilakukan di markas besar Pasukan Bantuan Keamanan Internasional NATO di Kabul dan dihadiri pejabat-pejabat asing dan petinggi Afghanistan.

Jenderal Joseph Dunford meyakinkan panglima Jenderal John Allen yang selesai masa tugasnya bahwa koalisi itu akan terus memusatkan perhatian untuk menyelesaikan misinya di Afghanistan.

“Saya akan berusaha melanjutkan upaya ini dan mendukung rakyat Afghanistan sambil mereka meraih kesempatan untuk masa depan yang lebih cerah. Hari ini kita mengucapkan selamat jalan kepada panglima besar kita dan mengalihkan kepemimpinan. Tetapi hari ini bukan hanya soal pergantian kepemimpinanm, tetapi juga tentang kesinambungan. Yang tidak berubah adalah tekad koalisi ini,” ujar Dunford.

Jenderal Dunford diperkirakan menjadi panglima terakhir koalisi ini yang dibentuk untuk menggempur pemberontak Taliban di Afghanistan, sekarang memasuki tahun kesebelas. Panglima Amerika itu akan mengawasi penarikan pasukan asing dari negara itu menjelang Desember 2014, ketika misi tempur NATO berakhir.

Sebelumnya, panglima Jenderal Allen, dalam pidatonya menyatakan optimisme bahwa pencapaian yang dibuat Afghanistan pada dekade lalu telah menjadikan negara itu membuat kemajuan.

Ia menekankan peran pasukan keamanan Afghanistan dalam mempertahankan pencapaian itu sambil mereka menyerahkan tanggung jawab keamanan kepada Afghanistan menjelang pertengahan tahun ini.

Jenderal Allen menegaskan, “Pemberontak Taliban ini pada akhirnya akan dikalahkan oleh pasukan Afghanistan yang kuat dan terlatih baik yang mulai bangkit hari ini…Pasukan Afghanistan membela rakyat Afghanistan dan memungkinkan pemerintahan negara ini melayani warganya. Ini adalah kemenangan. Seperti inilah namanya kemenangan.”

Merujuk kepada perang yang dipicu oleh kekuatan-kekuatan besar yang dilakukan negara-negara kawasan di Afghanistan, Jenderal Allen mengatakan negara yang dilanda perang itu bukan lagi menjadi tempat persaingan. “Saya yakin dalam sepuluh tahun Afghanistan tidak akan lagi menjadi tempat kekuatan-kekuatan besar yang bersaing dalam kancah politik internasional. Saya yakin Afghanistan tidak akan lagi menjadi tempat yang aman bagi teroris yang akan menekan rakyat di negara ini serta menjadi momok dan gangguan dunia,” tegasnya lagi.

Presiden Aghanistan Hamid Karzai tidak menghadiri upacara hari Minggu meski menerima undangan resmi.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: Haydar Yahya dari: Jakarta, Indonesia
12.02.2013 18:49
Amerika sebagai sebuah bangsa, sebenarnya memenuhi banyak syarat untuk dihormati bahkan dicintai. Yang terjadi, justru sebaliknya. AS menjadi negara paling dibenci dan dimusuhi disebagian besar dunia Islam. Karena AS terhadap kaum muslimin, menerapkan standar ganda, sikap tidak adil, bahkan rasis. Membabi buta membela Israel Zionis meski nyata-nyata salah. Banyak muslimin, berkeyakinan, tidak ada kematian yang lebih mulya dari mati karena berperang melawan AS dan Israel. Karena musuh perdamaian, musuh kemanusiaan yang sebenarnya adalah AS, Israel Zionist. Yang gemar menyebar kebencian, ketegangan keseluruh dunia Islam dengan sikap rasisnya. Perang Dunia mungkin saja terjadi dan penyebab utamanya adalah AS dan Israel.
Saya percaya AS akan menyesali kebijakannya yang tidak rasional itu. Semoga tidak terlambat.

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook