Rabu, 19 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 10:31

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Jenazah Korban Pemerkosaan India Tiba di New Delhi

Jenazah perempuan korban pemerkosaan dan penganiayaan brutal yang meletupkan protes disertai kekerasan di India telah tiba kembali di New Delhi dini hari Minggu (30/12).

Para perempuan India ikut berpartisipasi dalam penyalaan lilim sebagai pernyataan bela sungkawa atas meninggalnya korban pemerkosaan dan penganiayaan brutal di New Delhi, India (29/12).
Para perempuan India ikut berpartisipasi dalam penyalaan lilim sebagai pernyataan bela sungkawa atas meninggalnya korban pemerkosaan dan penganiayaan brutal di New Delhi, India (29/12).
UKURAN HURUF - +
Perempuan berusia 23 tahun yang tidak diberitahu namanya meninggal karena kegagalan organ tubuhnya di sebuah rumah sakit Singapura setelah menderita luka dalam di tubuhnya dan kerusakan otak akibat serangan itu.

Penguasa India telah mengenakan tuduhan pembunuhan terhadap enam laki-laki. Polisi mengatakan mereka kemungkinan akan menghadapi hukuman mati kalau terbukti bersalah.

Upacara penyalaan lilin berlangsung di New Delhi dan banyak kota lain di India. Pemrotes menuntut keadilan untuk korban dan keselamatan untuk perempuan.

New Delhi digoncang oleh protes masal sejak perempuan itu diserang pada 16 Desember.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Obama Dikecam Dunia Atas Program Mata-Mata - Liputan Berita VOA, 19 Juni 2013

Seiring pertemuan pemimpin negara-negara G-8 yang kini berlangsung di Irlandia Utara, muncul pembocoran informasi baru terkait program mata-mata yang dilakukan pemerintah Obama, atas metadata email dan panggilan telpon. Program yang dilakukan untuk mencegah aksi terror ini dikecam karena dianggap melanggar hak privasi warga dunia. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang tentara NATO berjalan dengan kaki palsu menuju helikopter, setelah upacara serah terima keamanan dari pasukan NATO kepada pasukan Afghanistan di luar ibukota Kabul.
  • Seorang anak Bangladesh melemparkan seekor kambing dari sebuah perahu di Sungai Buriganga di Dhaka.
  • Seorang gadis mengatur boneka animasi di sebuah lapangan di Lingen, Jerman timur, menjelang upaya memecahkan rekor baru yang akan dilakukan bersama dengan sekitar 600 murid sekolah.
  • Seorang polisi militer menggunakan semprotan merica ke arah seorang pengunjuk rasa selama demonstrasi soal kondisi ekonomi di Rio de Janeiro, Brazil.
  • PM Shinzo Abe Jepang (kiri belakang) menyentuh tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka berjalan bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dalam acara KTT G-8 di resor Lough Erne di Enniskillen, Irlandia Utara.
  • Seorang pria membaca koran di Lapangan Royal Enclosure pada hari pertama menjelang festival balap kuda di kota Ascot, Inggris selatan.
  • Foto udara dari Paris Air Show ke-50, di bandara Le Bourget dekat Paris, Perancis.
  • Para pemain kelompok sirkus Eoloh melakukan latihan yang terbuka untuk media di gedung Nuevo Teatro Alcala di Madrid, Spanyol.
  • Para seniman melakukan atraksi pada festival api tahunan di Kyiv, Ukraina.
Lainnya