Sabtu, 28 Mei 2016 Waktu: 01:09

    Berita / Indonesia

    Jemaat Gereja HKBP Bekasi Diserang Massa Saat akan Gelar Kebaktian Natal

    Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia kembali diserang sekelompok massa yang menolak kegiatan kebaktian Natal di lokasi tersebut, Senin (24/12).

    Para jemaat gereja HKBP Filadepfia di Bekasi, dihadang massa saat akan beribadah, 27 Mei 2012 (VOA/Andylala). Jemaah kembali diserang saat akan melaksanakan misa Natal di gereja mereka (24/12).
    Para jemaat gereja HKBP Filadepfia di Bekasi, dihadang massa saat akan beribadah, 27 Mei 2012 (VOA/Andylala). Jemaah kembali diserang saat akan melaksanakan misa Natal di gereja mereka (24/12).
    Meski bangunan gereja HKBP Filadelfia masih disegel oleh pemerintah daerah kabupaten bekasi, jemaat Kristien gereja tersebut tetap bertekad tetap melakukan kebaktian malam natal di lokasi itu, Selasa (24/12). Namun belum juga di mulai ibadah tersebut, sekelompok massa menghadang para jemaat dan melempari dengan telur busuk dan air kotor.

    “Tadi kami sampai jam 18.05 WIB. Tapi belum juga tiba di lokasi gereja, massa sudah menghadang. Kami dilempari dengan telur busuk, air seni dan air selokan. Polisi ada, tapi diam saja dan tidak mau menangkap orang-orang yang melempari kami. Orang-orang itu banyak sekali, kita tidak tau darimana mereka,” kata Ibu Tambunan, salah seorang jemaat yang hadir di gereja tersebut.
     
    Salah seorang pengurus sekaligus juru bicara Gereja HKBP Filadelfia, Pendeta Palti Panjaitan menjelaskan setelah kejadian itu, para jemaat langsung menuju kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Tambun bekasi untuk melaporkan kejadian. Selain itu menurutnya, para jemaat melangsungkan kebaktian malam natal di kantor polsek itu. ia mengaku heran dengan sikap aparat polisi yang malah mendiamkan aksi kekerasan yang terjadi.
     
    “Kita terkepung oleh massa dari kiri kanan muka belakang. Banyak yang jadi korban. Semua jemaat basah kuyup oleh air kotor yang mereka lempar. Polisi tidak melakukan apa-apa, padahal mereka melihat pelakunya. Polisi malah mendesak kita mundur. Massa itu sebenarnya sedikit, dan polisi seharusnya bisa menindak mereka, namun tampaknya polisi tidak mau. Saya lihat ada kerjasama antara polisi dengan massa penyerang itu,” kata Pendeta Palti.
     
    Pendeta Palti Panjaitan menambahkan, akibat penghadangan itu, kebaktian jemaat Gereja HKBP Filadelfia dilakukan di kantor Polsek Tambun Bekasi. Usai melakukan kebaktian, para jemaat kemudian membuat laporan aksi kekerasan itu.
     
    Koordinator Eksekutif Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar kepada VOA mengaku heran dengan sikap pemerintah di hari Natal ini tidak mampu melindungi kelompok minoritas dalam beribadah.
     
    “Momentum yang spesial seperti ini saja, Pemerintah tidak bisa memproteksi warganya untuk bisa merayakan natal. Jadi puncak pembiaran kasus Filadelfia bisa kita lihat hari ini. Ini adalah upaya peniadaan dari pemerintah terhadap kelompok minoritas,” kata Haris Azhar.
     
    Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom kepada VOA Selasa (24/12) memastikan umat beragama mempunyai hak untuk beribadah dimanapun. Negara tegasnya, bertugas memberikan izin pendirian rumah ibadah sesuai dengan persyaratan yang ada.
     
    “Sebetulnya orang bebas beribadah. Adalah tugas negara untuk mengayomi dan memberikan izin sesuai dengan persyaratan yang ada. Terkait dengan makin banyaknya ibadah-ibadah yang dilarang atau gereja sulit berdiri, itu dipahami sebagai pemaksaan kehendak dari sekelompok orang. Pemerintah seharusnya bisa mendidik masyarakat agar beragama dengan cerdas sehingga tidak memaksakan kehendak. Tidak memaksakan pemahaman sendiri, tapi hukum yang harus ditegakkan,” kata Pendeta Gomar Gultom.
     
    Gereja HKBP Filadelfia di Tambun Kabupaten Bekasi hingga saat ini masih disegel pemerintah setempat karena dianggap bermasalah dalam mengurus perizinan pembangunan. Padahal pengadilan tinggi telah memenangkan perizinan pembangunan rumah ibadah tersebut dan memerintahkan Pemkab Bekasi mencabut segel gereja.

    Lihat Juga

    Warga AS Didakwa Berkomplot dengan Teroris

    Mahmoud Amin Mohamed Elhassan (26 tahun), penduduk Woodbridge, Virginia, Kamis malam (26/5) didakwa karena membantu dan bersekongkol memberikan dukungan material kepada ISIS dan membuat pernyataan palsu kepada FBI. Selengkapnya

    Laporan PBB: Tidak Ada Pelanggaran Kesepakatan Nuklir Iran

    Badan Energi Atom Internasional juga mengatakan Iran telah memperbaiki satu pelanggaran yang dicatat pada bulan Februari dengan mengurangi passkan air berat ke batas yang diizinkan, yaitu 143,3 ton atau di bawahnya. Selengkapnya

    Wartawan Australia Dipecat Setelah Upaya Penculikan di Lebanon

    Stephen Rice, produser program 60 Minutes Australia, membayar jasa pemulangan anak untuk menculik anak-anak itu dari ayah mereka setelah ibu mereka mengatakan dia membawa anak-anak itu berlibur tahun lalu dan tidak memulangkan mereka. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Urutan Komentar
    Komentar-komentar
         
    oleh: rendy dari: jakarta
    04.01.2013 15:19
    oh pantes..beritanye dari VOA (Voice of Amerika) beritanye udah direkayasa seolah - olah HKBP terzolimi..namenye juga amerika..semua berita didunia udah direkayasa atau dibuat - buat untuk menyudutkan islam.


    oleh: Andri dari: Tambunan
    27.12.2012 08:26
    inilah hadiah natal dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono....

    kerusuhan...
    kehancuran....

    dan

    telor busuk, air seni, dll.....

    busuknya hatimu oh sobat...


    oleh: Andri dari: Tambunan
    27.12.2012 08:24
    inikah yang namanya kebebasan beragama?

    atau inikah hasil dari pembodohan yang dibuat pemerintah kita...?

    terimakasih Pak Susilo Yambang Yudhoyono, kamu sukses melakukannya...., terimakasih untuk hadiah natal dari SBY


    oleh: edo dari: jejalen jaya
    27.12.2012 08:12
    1. di situ ga ada bangunan gereja..
    bohong kalo di situ ada gereja
    2. mereka datang ke situ cuma untuk cari-cari perhatian, udah tau warga ga setuju , eh malah maksain diri tuk datang
    3. pemda kab. bekasi sudah membuatkan mereka gedung yg bagus tuk kebaktian.. tapi malah di tolak dng alasan yg ga jelas..


    oleh: robby dari: depok
    27.12.2012 07:48
    makanya jgn pilih lgi gubernur jabar yg skrng yg notabene dr partai PKS ya RASIS


    oleh: japra saparindi dari: mataram
    26.12.2012 14:26
    sangat disayangkan insiden ini terjadi, cinta, kedamaian, saling menjaga harmony sudah tidak ada lagi tempat untuknya. Tuhan apakah yang Kau karuniai ini? bibit permusuhan, dendam dan iri hati, kekejian kenapa Kau tanamkan begitu dominan tidak Kau bisa alihkan perhatian buruk ini ke sisi yang lain yg lebih bermanfaat. apa hanya Kaulah yang mampu menjadikan alam ini harmony sentosa dalam hidup penuh dengan perbedaan???...

    Ikuti Kami