Sabtu, 20 Desember 2014 Waktu: 01:11

Berita / Dunia / Afrika

Islamis Militan Mali Hancurkan Makam-makam Kuno

Kelompok ekstremis Islam di Mali menghancurkan makam-makam kuno di Timbuktu sebagai reaksi terhadap resolusi PBB untuk intervensi militer di negara itu.

Para pekerja dekat salah satu mesjid bersejarah yang terbuat dari lumpur di Timbuktu, Mali. (Foto: Dok)
Para pekerja dekat salah satu mesjid bersejarah yang terbuat dari lumpur di Timbuktu, Mali. (Foto: Dok)
Seorang pejabat pariwisata di Mali mengatakan bahwa kelompok ekstremis Islam menghancurkan empat makam kuno di Timbuktu, Minggu (23/12).

Direktur Dinas Pariwisata Timbuktu, Sane Chirfi, mengatakan pada kantor berita AP bahwa pemberontak Ansar Dine, yang terkait dengan al-Qaida di wilayah Maghreb yang Islamis, menhancurkan makam-makam kuno yang bersejarah namun belum termasuk pada situs Warisan Dunia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Makam-makam tersebut merupakan kuburan cendekiawan dan guru Muslim yang dihormati oleh warga Timbuktu.

Menurut banyak warga, penghancuran makam tersebut adalah reaksi kaum pemberontak terhadap resolusi PBB yang mendesak intervensi militer internasional untuk mengusir kelompok tersebut dari Mali utara.

Timbuktu disebut oleh badan kebudayaan PBB UNESCO sebagai Warisan Dunia karena adanya mesjid-mesjid dan tempat suci kuno.

Sejak menguasai Timbuktu awal tahun ini, kelompok Islamis tersebut telah menghancurkan tujuh dari 16 makam kuno yang termasuk dalam situs warisan dunia. Beberapa diantaranya berasal dari abad 14.

Tempat-tempat itu dianggap suci oleh banyak orang Islam, tapi oleh kelompok Ansar Dine disebut menghina agama. Kelompok itu berusaha menjalankan hukum syariah yang ketat di Mali. Kelompok-kelompok HAM dan PBB mengutuk kegiatan militan itu yang mencakup praktik pencambukan dan pemotongan anggota badan orang-orang yang dituduh melakukan kejahatan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook