Kamis, 24 April 2014 Waktu UTC: 11:15

Berita / Dunia / Timur Tengah

Iran Terima Tawaran AS untuk Berunding soal Program Nuklirnya

Sebelumnya, Wapres AS Joe Biden yang mengatakan Amerika sikap untuk berunding langsung dengan Iran asalkan Iran mau mengadakan perundingan yang serius.

Menlu Iran, Ali Akbar Salehi mengatakan Iran siap melakukan perundingan soal nuklir dengan sejumlah negara di Kazakhstan 25 Februari mendatang (foto: dok).
Menlu Iran, Ali Akbar Salehi mengatakan Iran siap melakukan perundingan soal nuklir dengan sejumlah negara di Kazakhstan 25 Februari mendatang (foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Pemerintah Iran mengatakan bersedia menerima tawaran Amerika untuk berunding tentang program nuklirnya dan berharap perundingan perdamaian dengan sejumlah negara barat akan bisa dilanjutkan bulan ini.

Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi mengatakan hari Minggu, Amerika, Inggris, Rusia, Tiongkok, Perancis dan Jerman merencanakan akan mengadakan pertemuan itu di Kazakhstan tanggal 25 Februari.

Menurut juru bicara Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Uni Eropa telah mengusulkan agar pertemuan itu diadakan di Kazakhstan pada tanggal itu.

Pejabat Uni Eropa sebelumnya menuduh Iran melakukan taktik mengukur-ulur waktu, tapi menteri LN Iran Salehi sekarang mengatakan perundingan itu adalah suatu langkah maju.

Usul perundingan itu disampaikan oleh Wakil Presiden Amerika Joe Biden yang mengatakan Amerika sikap untuk berunding langsung dengan Iran asalkan Iran mau mengadakan perundingan yang serius.

Iran dan kelima negara anggota dewan keamanan ditambah Jerman itu tahun lalu mengadakan tiga ronde perundingan untuk, meredakan ketegangan sekitar program nuklirnya yang dicurigai barat.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: arwin dari: Indonesia
05.02.2013 07:31
Syukur kami ucapkan,Perang besar antara Amerika Serikat dan Iran tidak terjadi,ini menandakan babak baru hubungan baik antara Iran dan Amerika Serikat,sebab bila terjadi secara nyata perang maka perekonomian dunia dapat terganggu.moga hubungan Iran dan Amerika Serikat lebih di perbaiki lagi sampai ke tingkat diplomatik.


oleh: Samosir mf dari: Indonesia
04.02.2013 03:16

Negara Timur Tengah yang didalamnya ada Negara Iran dan Amerika Serikat yang memiliki sejarah yang sangat dekat dengan salah satu budaya Negara Timur Tengah yaitu Bangsa Israel, maka dengan sendirinya antara AS dan Iran ada jalinan hubungan sejarah yang sebenarnya menjadi ikatan moral yang tidak mungkin di abaikan oleh AS dan Iran.
Bangsa – bangsa Timur Tengah termasuk Bangsa Israel yang sudah semenjak ribuan tahun baik langsung atau tidak langsung telah berbaur secara budaya dan perkawinan atau jelasnya berasal dari satu bapak leluhur yang bernama Nuh dengan tiga anak Sem, Ham dan Yapet, tentu akan memiliki adanya persamaan pandangan tentang tujuan perdamaian dan kesejahteaan seluruh dunia. Tetapi masalah ini harus terlebih dahulu seluruh bangsa Timur Tengah termasuk Iran dan Israel, tidur secara bersama di pangkuan Bapak leluhur yaitu Nuh, dan Abraham, ini perlu sebab dengan tanpa ada keinginan untuk menghargai orang tua dan mengharga Bapak eluhur terlebih dahulu maka tidak akan ada perdamaian dan persatuan diantara anaka cucu Nuh dan Abraham.

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook