Minggu, 07 Februari 2016 Waktu: 19:55

    Berita / Dunia / Timur Tengah

    Iran Peringati Revolusi Islam 1979

    Rakyat Iran turun ke jalan-jalan diseluruh pelosok negara dalam peringatan ke-34 Revolusi Islam 1979, Minggu (10/2).

    Seorang perempuan Iran tengah mengambil gambar saat berkunjung ke istana Niavaran, utara Teheran, Iran, Sabtu, 9 Februari 2013. Niavaran adalah rumah kediaman utama dan terakhir pemimpin Iran yang tersingkir, Shah Mohammad Reza Pahlavidan keluarganya sebelum meninggalkan Iran saat Revolusi Islam tahun 1979. (AP Photo/Vahid Salemi). Iran memperingati revolusi Islam ke-34 tahun ini.
    Seorang perempuan Iran tengah mengambil gambar saat berkunjung ke istana Niavaran, utara Teheran, Iran, Sabtu, 9 Februari 2013. Niavaran adalah rumah kediaman utama dan terakhir pemimpin Iran yang tersingkir, Shah Mohammad Reza Pahlavidan keluarganya sebelum meninggalkan Iran saat Revolusi Islam tahun 1979. (AP Photo/Vahid Salemi). Iran memperingati revolusi Islam ke-34 tahun ini.
    Rakyat Iram memperingati Revolusi yang menjatuhkan Syah dukungan Amerika dan memberi kekuasaan kepada ulama-ulama Islam garis keras.

    Presiden Mahmoud Ahmadinejad berbicara dihadapan kerumunan hari Minggu di Teheran, ibukota Iran, dimana orang-orang melambaikan bendera Iran dan meneriakkan “Kematian Bagi Amerika” dan “Kematian Bagi Israel” – dua slogan yang biasanya dipakai untuk mencela musuh-musuh Republik Islam itu.

    Teheran dikenai serangkaian sanksi internasional yang bertujuan mengekang pengayaan uranium terkait program nuklirnya yang kontroversial – sebuah proses yang memiliki kegunaan militer dan sipil.

    Para pejabat Iran membantah tuduhan mereka ingin membangun senjata nuklir.
    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

    Ikuti Kami