Kamis, 24 April 2014 Waktu UTC: 03:13

Berita / Dunia

Iran Pelajari Tawaran Baru dalam Pembicaraan Nuklir di Kazakhstan

Iran tengah mempelajari sebuah tawaran baru dari Barat untuk mencegah beberapa sanksi internasional yang keras dalam pembicaraan di Almaty, kota terbesar di Kazakhstan (26/2).

Para peserta pembicaraan terkait nuklir Iran di Kazakhstan, 26 Februari 2013. (AP Photo/ Stanislav Filippov, pool)
Para peserta pembicaraan terkait nuklir Iran di Kazakhstan, 26 Februari 2013. (AP Photo/ Stanislav Filippov, pool)
UKURAN HURUF - +
Dalam mengusahakan kemajuan kecilpun dalam sengketa yang telah berlangsung bertahun-tahun, para perunding dari Iran dan enam negara kuat dunia  mempertimbangkan pilihan-pilihan, hari Selasa (26/2) untuk mempertahankan program nuklir Iran sambil berusaha mencegah agar tidak menjadi negara nuklir.

Pertemuan yang terbaru itu mencakup pembicaraan diplomatik tentang hal-hal yang sangat teknis.

Iran menggunakan hari itu untuk mempelajari sebuah tawaran baru dari Barat untuk mencegah beberapa sanksi internasional yang keras, yang telah memporak-porandakan ekonominya dengan membatasi kegiatan pengayaan uraniumnya dan kegiatan-kegiatan lain yang bisa digunakan untuk membuat senjata.

Pembicaraan di Almaty, kota terbesar di Kazakhstan, akan dilanjutkan pada hari kedua, Rabu (27/2), tetapi para diplomat dalam perundingan itu memperingatkan bahwa terobosan besar tidak mungkin dicapai.

Para  perunding Barat mengatakan, mereka telah mengajukan usul kecil, yang mestinya menarik bagi Iran, meskipun mereka menolak memberikan keterangan terinci.

“Para perunding Iran  pergi untuk mempertimbangkan usul kami pada sore dan  malam hari,” kata Michael Mann, jurubicara Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine  Ashton, yang mengetuai  perundingan tersebut. ”Diskusi  mengenai usul itu bermanfaat. Iran telah melanggar  kewajiban internasional mereka, karena itu, adalah tanggung jawab mereka untuk memulai  proses membangun kepercayaan,” tambahnya.

Mehdi Mohammadi, seorang anggota delegasi Iran mengatakan negaranya akan mengajukan usul sendiri untuk mengakhiri  kemacetan itu, tetapi menolak beberapa  tuntutan pokok  Barat.

Pemerintahan Obama mendesakkan diplomasi untuk menyelesaikan kebuntuan itu, tetapi tidak mengesampingkan kemungkinan intervensi militer di Iran untuk mencegah negara itu mempunyai  senjata nuklir.

“Usul kami mencakup langkah-langkan timbal balik yang mendorong Iran mengambil  tindakan nyata,” kata Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry kepada wartawan di Berlin. “Saya berharap, Iran akan  menentukan pilihannya  untuk bergerak  ke arah penyelesaian diplomatik,” kata Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry.

Israel  mengancam akan menggunakan segala cara untuk mencegah Iran agar tidak membuat  bom, mungkin paling cepat musim panas nanti, dan meningkatkan    kemungkinan timbulnya  perang di Timur Tengah.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook