Minggu, 26 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 05:21

Berita / Dunia / Timur Tengah

Iran Berhasil Kirim Kera ke Antariksa

Menhan Iran, Ahmad Vahidi mengatakan Senin (28/1), bahwa kera itu masih hidup ketika kembali ke bumi setelah berada dalam kapsul antariksa pada ketinggian 120 kilometer.

TV Pemerintah Iran menunjukkan kera yang diluncurkan ke antariksa dan berhasil kembali dalam keadaan hidup (28/1).
TV Pemerintah Iran menunjukkan kera yang diluncurkan ke antariksa dan berhasil kembali dalam keadaan hidup (28/1).
UKURAN HURUF - +
Iran hari Senin (28/1) mengatakan telah berhasil mengirim kera ke antariksa. Keberhasilan program antariksa Iran dengan menggunakan peluncuran roket itu sangat memprihatinkan negara-negara Barat, yang khawatir teknologi itu dapat digunakan untuk mengembangkan rudal balistik yang bisa dipersenjatai dengan senjata nuklir.

Menteri Pertahanan Ahmad Vahidi memberitahu televisi pemerintah bahwa kera itu masih hidup ketika kembali ke bumi setelah berada dalam kapsul pada ketinggian 120 kilometer.

Laporan itu tidak memberikan rincian tentang tanggal atau lokasi peluncuran. Kementerian Pertahanan hanya mengatakan peluncuran kera ke antariksa itu bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad pekan lalu, menurut sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi Iran, IRNA.

Pernyataan itu juga mengatakan bahwa peluncuran itu sebagai "langkah raksasa" dalam teknologi ruang angkasa dan penelitian biologi yang selama ini merupakan 'monopoli beberapa negara'.

Televisi pemerintah Iran menyiarkan gambar seekor monyet abu-abu kecil yang diikat ke kursi empuk dan sedang dimuat ke dalam roket Kavoshgar dijuluki "Pishgam" (yang berarti 'Perintis') yang kata media pemerintah mencapai ketinggian lebih dari 120 kilometer.

Menhan Ahmad Vahidi mengatakan,
"Peluncuran (roket) Kavoshgar dan pengembalian kera ke Bumi, adalah langkah pertama menuju pengiriman manusia ke ruang angkasa pada fase berikutnya."

Sebelumnya, usaha terakhir Iran untuk menerbangkan kera ke antariksa pada tahun 2011 gagal karena alasan yang tidak diungkapkan.

Di Washington, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland mengatakan kepada wartawan ia tidak bisa mengkonfirmasi apakah Iran telah berhasil mengirim kera ke luar angkasa atau melakukan peluncuran roket, namun ia mengatakan bahwa jika hal itu terjadi, maka "hal itu merupakan keprihatinan serius."

Nuland mengatakan peluncuran itu akan melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 1929, yang melarang Iran melakukan"segala kegiatan yang terkait dengan rudal balistik yang mampu membawa senjata nuklir, termasuk peluncuran dengan menggunakan teknologi rudal balistik."
(Reuters).
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: atalamaholot dari: jakarta
29.01.2013 07:29
hebat dan sangat hebat. negara-negara barat mulai gelisah dengan kemajuan Iran. Mungkin yang pertama muncul dalam benak para pemimpin kafi dan pemimpin arab yang menjadi budak dan jongos AS dan yahudi ialah : Iran telah menyamakan antariksawan barat dengan kera Iran, karena sama-sama bisa sampai ke antariksa. Dan yang kedua tentu Pemimpimpin Arab yang yang telah menjadi budak dan jongos AS dan yahudi mulai ketar ketir, karena selama ini mereka tidak pernah membela kebenaran islam, tetapi membela kebohongan AS, yahudi dan negara kafir lainnya. Berjihadlah terus wahai Iran, tegakkan Islam di bumi ALLAH ini.

 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya