Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 09:01

Berita / Dunia / Timur Tengah

Iran Berencana Pasang Alat Baru di Fasilitas Nuklir

Iran berencana memasang peralatan baru di fasilitas pengayaan nuklir utamanya yang dapat memurnikan uranium jauh lebih cepat daripada mesin-mesin yang ada sekarang.

Presiden Mahmoud Ahmadinejad (tengah) mengunjungi fasilitas pengayaan uranium, Natanz, sekitar 322 kilometer selatan ibukota Teheran (Foto: dok). Iran berencana memasang peralatan baru di fasilitas pengayaan nuklir utamanya ini, untuk mempercepat pemurnian uranium.
Presiden Mahmoud Ahmadinejad (tengah) mengunjungi fasilitas pengayaan uranium, Natanz, sekitar 322 kilometer selatan ibukota Teheran (Foto: dok). Iran berencana memasang peralatan baru di fasilitas pengayaan nuklir utamanya ini, untuk mempercepat pemurnian uranium.
UKURAN HURUF - +
Para diplomat yang tidak mau disebut namanya mengatakan kepada media berita Barat hari Kamis (31/1), Iran telah memberitahu Badan Energi Atom Internasional bahwa negara itu akan memasang sentrifugal modern di fasilitas Natanz di Iran Tengah.

Natanz memiliki fasilitas di bawah tanah dengan ribuan sentrifugal yang dapat memurnikan uranium untuk digunakan sebagai bahan bakar nuklir. Uranium dengan kemurnian lebih tinggi dapat digunakan untuk membuat  senjata nuklir. Iran mengatakan bahwa program nuklirnya bertujuan damai.

Iran dan kelompok P5+1 yang terdiri dari kelima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman terakhir melakukan perundingan mengenai program nuklir Iran bulan Juni, tetapi pembicaraan menemui jalan buntu.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: guardiola dari: NTB
01.02.2013 08:19
kalau negara lin boleh kembangkan nuklir, kenapa negara iran tidak boleh? lanjut terus jangan takut dengan sanksi barat

 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Diaspora Indonesia Selamat dari Tornado - Liputan Berita VOA

Amerika kembali dilanda bencana. Hari Senin kemarin, Amerika, tepatnya dekat Oklahoma city, negara bagian Oklahoma, diserang angin tornado yang menyapu bersih berbagai bangunan yang dilalui. Angin topan yang berkekuatan 320 km per jam itu menyebabkan 24 tewas termasuk termasuk anak-anak, bagaimana dengan warga Indonesia di wilayah itu? Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya