Tautan-tautan Akses

Ancaman Serangan, Warga Asing Didesak Tinggalkan Benghazi


Pasukan keamanan Libya melakukan penjagaan di kota Benghazi (foto: dok). Inggris telah memerintahkan warganya untuk meninggalkan Benghazi.
Pasukan keamanan Libya melakukan penjagaan di kota Benghazi (foto: dok). Inggris telah memerintahkan warganya untuk meninggalkan Benghazi.

Dalam pernyataan hari Kamis (24/1), Kementerian Luar Negeri Inggris memperingatkan akan adanya ancaman aksi terorisme di Benghazi, Libya.

Para pejabat dari Inggris, Jerman dan Belanda mendesak warga mereka agar segera meninggalkan kota Benghazi, Libya setelah adanya apa yang digambarkan sebagai ancaman spesifik dan di ambang pintu terhadap warga Barat.

Kementerian Luar Negeri ketiga negara itu mengeluarkan pernyataan hari Kamis tentang situasi keamanan di Benghazi.

Kemenlu Inggris mengatakan ada ancaman besar terorisme di kota itu, dengan menambahkan bahwa serangan dapat dilakukan tanpa pandang bulu dan menarget tempat-tempat yang sering dikunjungi orang asing. Kementerian luar negeri itu tidak merinci lebih jauh apa dan bagaimana ancaman di Benghazi itu.

Tidak jelas berapa orang akan terkena dampak imbauan itu.

Sebuah pemberitahuan telah disebarkan sejak September yang memperingatkan untuk tidak melakukan perjalanan di kebanyakan wilayah Libya dengan pengecualian sejumlah kota, termasuk ibukota, Tripoli.

Peringatan itu dikeluarkan sehari setelah Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton memberi kesaksian di Kongres mengenai serangan 11 September terhadap konsulat Amerika di Benghazi, menewaskan Duta Besar Amerika Christopher Stevens dan tiga warga Amerika lainnya.

Recommended

XS
SM
MD
LG