Jumat, 24 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 13:19

Berita / Dunia / Afrika

Ancaman Serangan, Warga Asing Didesak Tinggalkan Benghazi

Dalam pernyataan hari Kamis (24/1), Kementerian Luar Negeri Inggris memperingatkan akan adanya ancaman aksi terorisme di Benghazi, Libya.

Pasukan keamanan Libya melakukan penjagaan di kota Benghazi (foto: dok). Inggris telah memerintahkan warganya untuk meninggalkan Benghazi.
Pasukan keamanan Libya melakukan penjagaan di kota Benghazi (foto: dok). Inggris telah memerintahkan warganya untuk meninggalkan Benghazi.
UKURAN HURUF - +
Para pejabat dari Inggris, Jerman dan Belanda mendesak warga mereka agar segera meninggalkan kota Benghazi, Libya setelah adanya apa yang digambarkan sebagai ancaman spesifik dan di ambang pintu terhadap warga Barat.

Kementerian Luar Negeri ketiga negara itu mengeluarkan pernyataan hari Kamis tentang situasi keamanan di Benghazi.

Kemenlu Inggris mengatakan ada ancaman besar terorisme di kota itu, dengan menambahkan bahwa serangan dapat dilakukan tanpa pandang bulu dan menarget tempat-tempat yang sering dikunjungi orang asing. Kementerian luar negeri itu tidak merinci lebih jauh apa dan bagaimana ancaman di Benghazi itu.

Tidak jelas berapa orang akan terkena dampak imbauan itu.

Sebuah pemberitahuan telah disebarkan sejak September yang memperingatkan untuk tidak melakukan perjalanan di kebanyakan wilayah Libya dengan pengecualian sejumlah kota, termasuk ibukota, Tripoli.

Peringatan itu dikeluarkan sehari setelah Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton memberi kesaksian di Kongres mengenai serangan 11 September terhadap konsulat Amerika di Benghazi, menewaskan Duta Besar Amerika Christopher Stevens dan tiga warga Amerika lainnya.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Kebijakan Drone - Liputan Berita VOA

Presiden Amerika Barack Obama memaparkan stategi pemerintahannya menanggulangi ancaman terorisme internasional. Isu utama yang dijabarkan dalam pidato ini adalah penggunaan pesawat tidak berawak atau drone yang masih menurut analis berandil mencegah aksi terorisme meski juga dikritik banyak pihak. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang polisi Inggris membawa bunga di dekat lokasi pembunuhan seorang tentara Inggris di Woolwich, London tenggara.
  • Lego terbesar di dunia yang dibuat berdasarkan model pesawat pada film Star Wars, dipajang di Times Square, New York.
  • Orang-orang menarikan tarian "al-Bara" dalam upacara pernikahan massal di Sana'a, Yaman.
  • Pembalap Red Bull Sebastian Vettel dari Jerman tampak pada helm petugas pemadam kebakaran di pit saat sesi latihan di arena balap Monaco.
  • Seorang pria mengumpulkan bunga teratai untuk dijual, di kolam Bindu Sagar di kota Bhubaneswar, India.
  • Kilatan halilintar di atas langit kota Zhuhai, Provinsi Guangdong, China.
  • Para kadet Tentara Nasional Afghanistan menghadiri upacara wisuda mereka di Pusat Pelatihan Militer di Kabul.
  • Air mancur yang menyala sebagai bagian dari Aquatique International Show, di pelabuhan Darling, kota Sydney, Australia.
  • Seorang pejalan kaki membawa payung berjalan melewati layar raksasa di kota Boston, Massachusetts, AS.
  • Seorang pengunjung berdiri di belakang ilustrasi seekor burung hantu, bagian dari pameran di kota St Petersburg, Rusia.
Lainnya