Jumat, 01 Agustus 2014 Waktu UTC: 22:29

Berita / Indonesia

Indonesia Siap Produksi Pesawat Pengintai Tak Berawak

Indonesia mengumumkan kesiapannya untuk memproduksi besar-besaran pesawat pengintai tak berawak tahun ini.

Foto pesawat pengintai tak berawak AS sedang berpatroli di atas perbatasan Amerika-Kanada (foto:dok). Indonesia akan memproduksi  besar-besaran pesawat pengintai tak berawak yang dinamai Wulung.
Foto pesawat pengintai tak berawak AS sedang berpatroli di atas perbatasan Amerika-Kanada (foto:dok). Indonesia akan memproduksi besar-besaran pesawat pengintai tak berawak yang dinamai Wulung.
Kate Lamb
— Didanai oleh Kementrian Pertahanan, Indonesia pertama kali mencanangkan pengembangan pesawat pengintai tak berawaknya tahun 2004.
 
Wulung, jenis pesawat tak berawak hasil kerjasama antara beberapa badan pemerintah  siap diproduksi secara besar-besaran bagi angkatan udara Indonesia tahun ini.
 
Prototype Wulung dirancang dan dibuat di dalam negeri dan akan digunakan untuk tujuan-tujuan non militer seperti memantau kegiatan gunung berapi, mengawasi penebangan hutan liar dan mengawasi kawasan maritim Indonesia yang luas.
 
Samudro, Direktur Badan Penerapan Riset dan Tehnologi yang ikut merancang prototype itu mengatakan pesawat pengintai itu akan membantu Indonesia mengawasi 17 ribu pulau dan berbagai perbatasan.
 
“Untuk mengawasi perbatasan, penangkapan ikan ilegal, perdagangan manusia dan juga upaya pencaharian dan penyelamatan,” kata Samudro.
 
Pesawat pengintai itu akan ditempatkan di kawasan perbatasan luas Indonesia dengan Papua dan Timor Timur di wilayah timur serta Malaysia dan Brunei di barat laut.
 
Meskipun semua pesawat pengintai itu tidak bersenjata kementrian pertahanan Indonesia mengatakan sudah punya  rencana jangka panjang untuk mempersenjatai model yang bisa menembakkan misil atau menjatuhkan bom-bom.
 
Pesawat pengintai tak berawak Wulung mengirim video langsung  kepada stasiun-stasiun  pengendali di darat tapi hanya bisa terbang sampai empat jam dan sejauh 73 kilometer dari pusat pengendaliannya di darat.
 
Sebagai perbandingan, beberapa pesawat pengintai Amerika bisa terbang lebih dari satu hari tanpa mengisi bahan bakar dan bisa dikendalikan lewat satelit dari jarak ribuan kilometer jauhnya.
 
Dengan tehnologi canggih dan didukung infrastruktur rumit, pesawat pengintai tak berawak yang bersenjata telah menjadi bentuk alat perang baru yang sangat moderen.
 
Dalam upaya menyaingi kemampuan senjata global, Yohannes Sulaiman seorang analis dari Universitas Pertahanan Indonesia mengatakan pembuatan pesawat pengintai Indonesia tidak produktif dan hanya didorong oleh ego.
 
Sekarang ini sebagian besar angkatan bersenjata  negara-negara besar menggunakan beberapa jenis pesawat pengintai tak berawak yang dibeli dari pemasok utama seperti Israel dan Amerika.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar halaman dari 2
    Berikutnya 
oleh: harli dari: tlw
08.05.2013 02:08
tentara tidak harus banyak kalo gitu yang penting kualitas


oleh: surya kencana dari: Jakarta
08.05.2013 01:15
Apapun hasilnya kalau produksi sendiri pasti lebih membanggakan dan terhindar dari tekanan politik, tinggal disempurnakan saja toh banyak ahli-ahli muda lulusan universitas-2 top dalam dan luar negeri ini yang kreatif.


oleh: cocoper6 dari: Depok
07.05.2013 19:51
Bener juga, pesawat pengintai koq komponennya impor, #aneh apa #bego ya. Seharusnya pesawat pengintai itu sifatnya rahasia, segala bentuk dan informasi harusnya di keep dan tidak boleh diketahui lawan.
Saya pernah lihat sewaktu pameran HUT AD di Monas, di sana TNI AD punya litbang yang bertugas membuat penemuan teknlogi kemiliteran, dan ada pesawat tak berawak, itu sudah ada prototipe nya koq capek2 cari k luar negeri sih. Belum lagi peswat tak berawak ciptaan anak bangsa. Jangan sukanya impor dong pak, manfaatkan potensi dalam negeri, "berdikari" seperti kata Soekarno!!!


oleh: Paira dari: DIY
07.05.2013 03:13
wah ini baru sip .Indinesia berinovasi.Ini wajib dicontoh generasi muda.banyaak gunanya untuk keamanan negara.


oleh: yogi dari: padang
06.05.2013 00:42
bgi bapak yohanes anda gagal pertamax..namanya pesawat pengintai masak harus impor..jd g rahasia lg donk. pesawatnya blum terbang udh d ketahui duluan udh d temba duluan..kwkkwkwkw


oleh: Kadri dari: makassar
05.05.2013 13:40
Indonesia mau mengintai apaan...................... paling cuma qt yg di intai coy...........


oleh: Buyung Asai dari: Solok, Sumbar
05.05.2013 09:24
Susah Indonesia untuk maju, karena pemimpin Indonesia hanya berpikir bagaimana cara menumpuk kekayaan.


oleh: koim caem dari: jeddah
04.05.2013 19:05
pak yohannes komentar anda sngat tdk d harapkan
dlm hal ini.


oleh: darto
04.05.2013 18:06
Mantapp China punya Drone 'Swarms,' Indonesia punya Wulung good job...hhe, semoga bisa terbang seharian plus dikendalikan via satelit ke depannya,,,aamiin.


oleh: Anak Bangsa dari: Bandung
04.05.2013 15:26
Panggil pulang semua anak bangsa jenius dari luar negeri..
Berdayakan semua SDM tangguh ASLI INDONESIA seperti ITB, UGM, ITS dll..
Berdayakan ilmuan hebat sperti Bpk. BJ.Habibie dan Yohanes Surya..
Setelah Pesawat, Indonesia Bakalan membuat Kapal Induk dan Pesawat Antariksa sendiri..

Komentar halaman dari 2
    Berikutnya 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook