Senin, 20 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 22:21

Berita / Dunia / Asia Pasifik

India Masih Berkabung atas Tewasnya Korban Perkosaan di New Delhi

India masih berkabung hari Senin (31/12), dua hari setelah kematian perempuan korban pemerkosaan dan penganiayaan brutal di New Delhi.

Seorang siswa ikut berpartisipasi dalam doa bersama di Ahmedabad, India, (31/12) untuk mendoakan korban yang tewas akibat pemerkosaan dan penganiayaan brutal di New Delhi.
Seorang siswa ikut berpartisipasi dalam doa bersama di Ahmedabad, India, (31/12) untuk mendoakan korban yang tewas akibat pemerkosaan dan penganiayaan brutal di New Delhi.
UKURAN HURUF - +
Banyak orang di seluruh pelosok India hari Senin membatalkan perayaan Malam Tahun Baru untuk menghormati seorang perempuan muda yang beberapa hari lalu meninggal akibat luka-luka yang ia derita karena diperkosa secara bergiliran.

Korban yang namanya tidak disebutkan itu, seorang siswa usia 23 tahun, hari Sabtu meninggal karena kegagalan fungsi organ setelah menderita luka dalam dan kerusakan otak. Para pemerkosa siswa tersebut menggunakan batang logam dalam serangan di bus dua minggu lalu. Enam laki-laki telah ditangkap dan dituduh melakukan pembunuhan atas serangan 16 Desember itu di New Delhi. Mereka diancam dengan hukuman mati jika dinyatakan bersalah.

Mencerminkan suasana suram di negara itu, banyak hotel, klub, militer India dan bahkan ketua Partai Kongres yang berkuasa, Sonia Gandhi, membatalkan pesta-pesta mereka untuk menyambut tahun baru. Banyak yang bergabung untuk menyatakan duka dengan cahaya lilin di ibukota dan kota-kota besar lainnya. Lainnya memilih untuk berdemonstrasi damai, berbeda dengan berbagai unjuk rasa dengan kekerasan yang berkobar di New Delhi seminggu lalu.

Kematian perempuan itu memicu debat mengenai apa yang harus dilakukan India untuk melindungi kaum perempuan. Isu-isu seperti perkosaan, kematian terkait mas kawin dan pembunuhan bayi perempuan jarang dibicarakan dalam wacana politik utama di India.

Para demonstran dan politisi mendesak UU perkosaan yang lebih keras, reformasi kepolisian besar-besaran dan transformasi dalam cara negara memperlakukan perempuan.

Kegiatan renungan dilangsungkan di banyak tempat di ibukota dan kota-kota besar lain di berbagai penjuru India sejak tragedi itu diketahui publik.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: tiara andolina dari: indonesia
02.01.2013 00:21
bener2 sadis tidak berperikemanusiaan. hukuman gantung yang paling pantas untuk mereka berenam


oleh: Karim Surakim dari: Banjarmasin,Indonesia
01.01.2013 03:00
smoga tdk ada lagi korban berikutnya.

 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Respon AS terhadap Konflik Rohingya - Liputan Berita VOA 21 Mei 2013

Seperti di tanah air, aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya juga mendapat perhatian dari pemerintah maupun sebagian rakyat Amerika Serikat. Presiden Barack Obama meminta pemerintah Burma yang juga dikenal sebagai Myanmar serius merespon serangan dan relokasi paksa warga Rohingya. Amerika berharap berbagai konflik etnis di negara yang baru berdemokrasi tersebut bisa segera diatasi. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang wanita mempersiapkan upacara tradisional Gwan-Rye di Seoul, Korea Selatan. Upacara ini diadakan bagi anak laki-laki dan perempuan yang menginjak usia 20 tahun, sebagai individu yang independen.
  • Sebuah balon udara jatuh ke tanah setelah bertabrakan dengan yang lain selama perjalanan di Cappadocia, Turki. Dua wisatawan Brazil tewas dan 23 orang lainnya terluka akibat tabrakan dua balon udara tersebut.
  • Perempuan dan anak-anak antri untuk mengambil air dari keran di sebuah kamp bagi para pengungsi di kota al-Mazraq, provinsi Hajja, Yaman barat laut.
  • Badai tornado (puting beliung) hampir menyentuh tanah di dekat South Haven, di negara bagian Kansas, AS.
  • Para fotografer bekerja selama sesi pemotretan untuk film "Blood Ties" di Festival Film Cannes ke-66 di Cannes, Prancis.
  • Seorang wanita mengenakan gaun dari bunga segar yang dirancang oleh desainer Zita Elze, berpose untuk difoto di sebuah taman pada pameran bunga Chelsea, di London, Inggris.
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (tengah) dan isterinya Ri Sol-ju saat berkunjung ke kamp anak-anak 'Pyongyang Myohyangsan' yang terletak di kaki Gunung Myohyang di Provinsi Phyongan Utara (foto courtesy: KCNA).
  • Pekerja mendorong sebuah rakit bambu besar, sementara yang lain mencoba membongkar bagian-bagian rakit bambu itu di Sittwe, negara bagian Rakhine, Burma.
  • Para pebalap sepeda naik tanjakan dalam etape ke-15 sepanjang 146 km, lomba balap sepeda Giro d'Italia di perbatasan Italia-Perancis.
  • Para anggota kelompok Castellers "Vila de Gracia" mulai membentuk menara manusia yang disebut "castell" di lingkungan Barcelona Gracia, di Catalonia, Spanyol.
Lainnya