Senin, 22 Desember 2014 Waktu: 05:15

Berita / Dunia / Asia Pasifik

India Masih Berkabung atas Tewasnya Korban Perkosaan di New Delhi

India masih berkabung hari Senin (31/12), dua hari setelah kematian perempuan korban pemerkosaan dan penganiayaan brutal di New Delhi.

Seorang siswa ikut berpartisipasi dalam doa bersama di Ahmedabad, India, (31/12) untuk mendoakan korban yang tewas akibat pemerkosaan dan penganiayaan brutal di New Delhi.
Seorang siswa ikut berpartisipasi dalam doa bersama di Ahmedabad, India, (31/12) untuk mendoakan korban yang tewas akibat pemerkosaan dan penganiayaan brutal di New Delhi.
Banyak orang di seluruh pelosok India hari Senin membatalkan perayaan Malam Tahun Baru untuk menghormati seorang perempuan muda yang beberapa hari lalu meninggal akibat luka-luka yang ia derita karena diperkosa secara bergiliran.

Korban yang namanya tidak disebutkan itu, seorang siswa usia 23 tahun, hari Sabtu meninggal karena kegagalan fungsi organ setelah menderita luka dalam dan kerusakan otak. Para pemerkosa siswa tersebut menggunakan batang logam dalam serangan di bus dua minggu lalu. Enam laki-laki telah ditangkap dan dituduh melakukan pembunuhan atas serangan 16 Desember itu di New Delhi. Mereka diancam dengan hukuman mati jika dinyatakan bersalah.

Mencerminkan suasana suram di negara itu, banyak hotel, klub, militer India dan bahkan ketua Partai Kongres yang berkuasa, Sonia Gandhi, membatalkan pesta-pesta mereka untuk menyambut tahun baru. Banyak yang bergabung untuk menyatakan duka dengan cahaya lilin di ibukota dan kota-kota besar lainnya. Lainnya memilih untuk berdemonstrasi damai, berbeda dengan berbagai unjuk rasa dengan kekerasan yang berkobar di New Delhi seminggu lalu.

Kematian perempuan itu memicu debat mengenai apa yang harus dilakukan India untuk melindungi kaum perempuan. Isu-isu seperti perkosaan, kematian terkait mas kawin dan pembunuhan bayi perempuan jarang dibicarakan dalam wacana politik utama di India.

Para demonstran dan politisi mendesak UU perkosaan yang lebih keras, reformasi kepolisian besar-besaran dan transformasi dalam cara negara memperlakukan perempuan.

Kegiatan renungan dilangsungkan di banyak tempat di ibukota dan kota-kota besar lain di berbagai penjuru India sejak tragedi itu diketahui publik.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: tiara andolina dari: indonesia
02.01.2013 12:21
bener2 sadis tidak berperikemanusiaan. hukuman gantung yang paling pantas untuk mereka berenam


oleh: Karim Surakim dari: Banjarmasin,Indonesia
01.01.2013 15:00
smoga tdk ada lagi korban berikutnya.

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook