Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 10:43

Berita / Dunia / Timur Tengah

Imam Al-Azhar Imbau Ahmadinejad Tak Ikut Campur Urusan Negara-negara Teluk

Sheikh Ahmed al-Tayeb, imam besar Masjid al-Azhar, juga mendesak Presiden Iran Ahmadinejad untuk tidak melakukan penyebaran Syiah di negara-negara Sunni.

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bersama Sheikh Ahmed al-Tayeb (kiri) melakukan konferensi pers bersama di Al-Azhar, Kairo, Selasa (5/2).
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bersama Sheikh Ahmed al-Tayeb (kiri) melakukan konferensi pers bersama di Al-Azhar, Kairo, Selasa (5/2).
UKURAN HURUF - +
Ulama muslim tertinggi Mesir hari Selasa mengatakan kepada Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad yang kini berada di Mesir bahwa pemerintah pimpinan Syiah di Iran harus menahan diri untuk tidak campur tangan dalam urusan negara-negara Teluk Arab dan harus memberi hak penuh bagi warga Sunni di Iran.

Sheikh Ahmed al-Tayeb, imam besar Masjid al-Azhar, juga mendesak Ahmadinejad untuk "menghormati Bahrain sebagai negara Arab yang bersaudara " dan menolak "penyebaran Syiah" di negara-negara Sunni.

Mereka bertemu dalam kunjungan pertama oleh kepala negara Iran ke Mesir sejak Revolusi Islam 1979 di Iran.

Kedua negara memutuskan hubungan ketika Kairo menawarkan tempat untuk hidup di pengasingan bagi mantan Shah Iran. Hubungan memburuk lebih jauh setelah tercapainya perjanjian damai Mesir dengan Israel.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Respon AS terhadap Konflik Rohingya - Liputan Berita VOA

Seperti di tanah air, aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya juga mendapat perhatian dari pemerintah maupun sebagian rakyat Amerika Serikat. Presiden Barack Obama meminta pemerintah Burma yang juga dikenal sebagai Myanmar serius merespon serangan dan relokasi paksa warga Rohingya. Amerika berharap berbagai konflik etnis di negara yang baru berdemokrasi tersebut bisa segera diatasi. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang wanita mempersiapkan upacara tradisional Gwan-Rye di Seoul, Korea Selatan. Upacara ini diadakan bagi anak laki-laki dan perempuan yang menginjak usia 20 tahun, sebagai individu yang independen.
  • Sebuah balon udara jatuh ke tanah setelah bertabrakan dengan yang lain selama perjalanan di Cappadocia, Turki. Dua wisatawan Brazil tewas dan 23 orang lainnya terluka akibat tabrakan dua balon udara tersebut.
  • Perempuan dan anak-anak antri untuk mengambil air dari keran di sebuah kamp bagi para pengungsi di kota al-Mazraq, provinsi Hajja, Yaman barat laut.
  • Badai tornado (puting beliung) hampir menyentuh tanah di dekat South Haven, di negara bagian Kansas, AS.
  • Para fotografer bekerja selama sesi pemotretan untuk film "Blood Ties" di Festival Film Cannes ke-66 di Cannes, Prancis.
  • Seorang wanita mengenakan gaun dari bunga segar yang dirancang oleh desainer Zita Elze, berpose untuk difoto di sebuah taman pada pameran bunga Chelsea, di London, Inggris.
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (tengah) dan isterinya Ri Sol-ju saat berkunjung ke kamp anak-anak 'Pyongyang Myohyangsan' yang terletak di kaki Gunung Myohyang di Provinsi Phyongan Utara (foto courtesy: KCNA).
  • Pekerja mendorong sebuah rakit bambu besar, sementara yang lain mencoba membongkar bagian-bagian rakit bambu itu di Sittwe, negara bagian Rakhine, Burma.
  • Para pebalap sepeda naik tanjakan dalam etape ke-15 sepanjang 146 km, lomba balap sepeda Giro d'Italia di perbatasan Italia-Perancis.
  • Para anggota kelompok Castellers "Vila de Gracia" mulai membentuk menara manusia yang disebut "castell" di lingkungan Barcelona Gracia, di Catalonia, Spanyol.
Lainnya