Rabu, 20 Agustus 2014 Waktu UTC: 10:42

Berita / Dunia / Afrika

HRW Tuntut Pembebasan Wartawan di Somalia

Human Rights Watch menuntut dibebaskannya wartawan di Somalia, setelah mewawancarai seorang perempuan yang katanya, diperkosa oleh anggota pasukan keamanan negara.

Seorang wartawan memeriksa jenazah rekannya yang tewas akibat kekerasan di Somalia (foto: dok). Kelompok HAM Human Rights Watch menuntut pembebasan wartawan yang ditahan di Mogadishu.
Seorang wartawan memeriksa jenazah rekannya yang tewas akibat kekerasan di Somalia (foto: dok). Kelompok HAM Human Rights Watch menuntut pembebasan wartawan yang ditahan di Mogadishu.
Mohammed Yusuf
Organisasi Human Rights Watch mengatakan, polisi Somalia menahan wartawan freelance Abdiaziz Abdinur Ibrahim, yang ditangkap hari Kamis, dan dua orang lainnya yang punya kaitan dengan korban perkosaan itu .

Perempuan yang mengatakan ia diperkosa oleh tentara pemerintah beberapa bulan lalu, juga ditahan oleh Badan Penyelidik Pusat atau CID., tetapi suaminya sekarang ditahan di penjara untuk menggantikannya. Seorang perempuan kenalannya yang menghubungkannya dengan wartawan itu juga ditahan.

Human Rights Watch mengecam polisi Somalia karena menahan wartawan tersebut dan melecehkan perempuan yang mengatakan bahwa dia diperkosa, bukannya menahan tersangka pelaku perkosaan itu.

Seorang periset Afrika untuk Human Rights watch, yang berbicara dengan syarat namanya tidak disebutkan, mengatakan polisi telah mencegah wartawan yang ditahan itu mendapatkan bantuan hukum.

Ia mengatakan, “Kami mendengar bahwa sekarang wartawan Abdiaziz Abdinur Ibrahim tetap ditahan oleh CID dan belum dikenai dakwaan. Permintaan untuk menghubungi pengacaranya telah ditolak hari Minggu. Kami khususnya prihatin mengenai kasus ini, tidak hanya karena korban perkosaan telah dimintai keterangan, telah ditahan beberapa kali dan sekarang suaminya yang ditahan untuk menggantikannya."

Sekretaris Jenderal Persatuan Nasional Wartawan Somalia, Mohamed Ibrahim mengunjungi wartawan itu di sel penjara. Katanya, polisi telah mempersulit masalah itu karena beberapa rekannya sekarang mendapat sorotan sehubunganb kejahatan ini”.

”Kasus ini tampaknya menjadi agak rumit, tetapi Persatuan wartawan bertindak sebaik-baiknya untuk membantu wartawan itu melalui jalur hukum, dan kami yakin wartawan itu nantinya akan dibebaskan, tetapi, ini memerlukan perjuangan besar,” ujar Ibrahim.

Ibrahim juga mengatakan kesehatan wartawan tersebut memburuk dan polisi mengatakan, tidak ada yang boleh menengoknya , sebelum penyelidikan selesai.

Periset Human Rights Watch mengatakan, organisasi mereka mengkhawatirkan kasus ini akan berdampak pada pelaporan mengenai pelanggaran yang dilakukan pasukan pemerintah.

Sekarang ini, Organisasi yang berpusat di Washington itu meminta pemerintah Somalia untuk segera membebaskan wartawan itu dan lain-lainnya yang ditahan sejak pekan lalu.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook