Sabtu, 25 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 05:13

Berita / Dunia / Asia Pasifik

HRW Desak India Hapus Hukuman Hati

Organisasi HAM Human Right Watch mendesak India agar mengembalikan moratorium tidak resminya mengenai eksekusi sebagai langkah menuju penghapusan hukuman mati.

Warga di Lahore, Pakistan melakukan unjuk rasa mengecam hukuman mati bagi militan Kashmir, Mohammad Afzal Guru oleh pengadilan India (9/2).
Warga di Lahore, Pakistan melakukan unjuk rasa mengecam hukuman mati bagi militan Kashmir, Mohammad Afzal Guru oleh pengadilan India (9/2).
UKURAN HURUF - +
Human Rights Watch mengeluarkan permohonan itu hari Sabtu (9/2) setelah India menghukum gantung seorang laki-laki Kashmir atas perannya dalam serangan tahun 2001 terhadap parlemen India.

Seorang pejabat organisasi Amerika itu, Meenakshi Ganguly, mengatakan orang-orang yang terlibat kejahatan serius harus dihukum. Tetapi, menurutnya, hukuman mati adalah "brutal dan tidak bisa dikembalikan." Tidak ada bukti "meyakinkan" yang menunjukkan hukuman mati adalah upaya pencegahan.

Afzal Guru dihukum mati Sabtu pagi di penjara Tihar di New Delhi. Ia dijatuhi hukuman mati sejak tahun 2002.

Guru dinyatakan bersalah merencanakan serangan terhadap parlemen dan menjadi anggota kelompok militan Islamis di Pakistan, Jaish-e-Mohammed.

Aksi-aksi protes terjadi di kota asal Guru, Sopore, setelah eksekusi terhadapnya, meskipun pemerintah telah menempatkan ribuan pasukan keamanan ke seantero lembah Kashmir guna meredam demonstrasi yang mungkin terjadi serta memberlakukan jam malam.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Usher-Justin Bieber dan Konser The Rolling Stones - VOA untuk Insert

Setelah menggelar konsernya di London dan Paris akhir tahun lalu, kelompok band kawakan "The Rolling Stones" mulai menggelar konsernya di 17 tempat di Amerika. Dalam episode kali ini, Vina Mubtadi juga mengajak pemirsa untuk menyimak kabar gugatan sebesar $10 Juta kepada Usher dan Justin Bieber atas tuduhan menjiplak lagu "Somebody To Love" ciptaan Devin Copeland dan Mareio Overton.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya