Rabu, 19 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 00:08

Berita / AS

Hakim Perintahkan Hentikan Sensor Atas Sidang Guantanamo

Para hakim militer di Pangkalan Angkatan Laut Teluk Guantanamo di Kuba menginstruksikan pemerintah AS untuk tidak lagi menyensor sidang pra-peradilan.

Proses sidang dengar keterangan di Teluk Guantanamo tertunda 40 detik di ruangan lain di mana keluarga korban dan media mengikutinya.
Proses sidang dengar keterangan di Teluk Guantanamo tertunda 40 detik di ruangan lain di mana keluarga korban dan media mengikutinya.
UKURAN HURUF - +
Hakim-hakim militer, yang menangani sidang lima tersangka pelaku serangan teroris 11 September 2001 terhadap Amerika, menginstruksikan pemerintah untuk tidak lagi menyensor sidang pra-peradilan dari luar ruang sidangnya di Pangkalan Angkatan Laut Teluk Guantanamo di Kuba.

Proses sidang dengar keterangan itu dapat didengar dengan tertunda 40 detik di ruangan di mana kelompok-kelompok HAM dan keluarga korban duduk menunggu, di pusat media Guantanamo, dan juga para wartawan di pangkalan militer Fort Meade di Maryland.

Seorang petugas keamanan yang duduk di sisi hakim itu bisa memblokir setiap informasi rahasia. Tetapi hakim tersebut mengatakan ia terkejut dan marah karena mekanisme penyensoran diaktifkan hari Senin dari luar pengadilan, tanpa sepengetahuannya.

Khalid Sheikh Mohammed dan empat tersangka lain yang juga diduga melakukan serangan teroris 9/11 tidak hadir di sidang dengar keterangan hari Kamis itu.

Jika terbukti bersalah, kelima laki-laki itu diancam dengan hukuman mati. Serangan 11 September 2001 menewaskan hampir 3.000 orang. Tanggal pasti persidangan masih belum ditetapkan bila sidang perkara itu akan dilakukan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Obama Dikecam Dunia Atas Program Mata-Mata - Liputan Berita VOA, 19 Juni 2013

Seiring pertemuan pemimpin negara-negara G-8 yang kini berlangsung di Irlandia Utara, muncul pembocoran informasi baru terkait program mata-mata yang dilakukan pemerintah Obama, atas metadata email dan panggilan telpon. Program yang dilakukan untuk mencegah aksi terror ini dikecam karena dianggap melanggar hak privasi warga dunia. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang tentara NATO berjalan dengan kaki palsu menuju helikopter, setelah upacara serah terima keamanan dari pasukan NATO kepada pasukan Afghanistan di luar ibukota Kabul.
  • Seorang anak Bangladesh melemparkan seekor kambing dari sebuah perahu di Sungai Buriganga di Dhaka.
  • Seorang gadis mengatur boneka animasi di sebuah lapangan di Lingen, Jerman timur, menjelang upaya memecahkan rekor baru yang akan dilakukan bersama dengan sekitar 600 murid sekolah.
  • Seorang polisi militer menggunakan semprotan merica ke arah seorang pengunjuk rasa selama demonstrasi soal kondisi ekonomi di Rio de Janeiro, Brazil.
  • PM Shinzo Abe Jepang (kiri belakang) menyentuh tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka berjalan bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dalam acara KTT G-8 di resor Lough Erne di Enniskillen, Irlandia Utara.
  • Seorang pria membaca koran di Lapangan Royal Enclosure pada hari pertama menjelang festival balap kuda di kota Ascot, Inggris selatan.
  • Foto udara dari Paris Air Show ke-50, di bandara Le Bourget dekat Paris, Perancis.
  • Para pemain kelompok sirkus Eoloh melakukan latihan yang terbuka untuk media di gedung Nuevo Teatro Alcala di Madrid, Spanyol.
  • Para seniman melakukan atraksi pada festival api tahunan di Kyiv, Ukraina.
Lainnya