Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 01:02

Berita / Iptek / Lingkungan Hidup

Gunung Es Besar Terlepas dari Gletser Greenland

Salah satu satelit NASA telah menangkap gambar sebuah gunung es besar yang terlepas dari salah satu gletser terbesar di wilayah Kutub Utara Greenland.

Gambar-gambar dari satelit NASA menunjukkan gunung es terlepas dari gletser Petermann di Greenland (foto: 16/7).
Gambar-gambar dari satelit NASA menunjukkan gunung es terlepas dari gletser Petermann di Greenland (foto: 16/7).
UKURAN HURUF - +
Gunung es itu, yang berukuran dua kali ukuran pulau Manhattan di New York atau sekitar 120 kilometer persegi, terlepas dari gletser Petermann di Greenland awal pekan ini.

Gambar-gambar dari satelit Aqua NASA menunjukkan gunung es itu memisahkan dari dari sungai es mengambang yang disebut lidah es, yang adalah bagian gletser yang umumnya berbasis di darat.

Pergeseran awal dalam es itu pertama kali terdeteksi pada tahun 2001.

Ini adalah kedua kalinya dalam dua tahun sebuah gumpalan es yang sangat besar terlepas dari gletser Petermann. Gunung es yang terlepas pada tahun 2010 adalah dua kali ukuran gunung es yang terlepas pekan ini.

Gletser merupakan gumpalan es normal, tetapi frekuensinya dan ukuran gunung es itu telah meningkatkan keprihatinan di kalangan ilmuwan bahwa perubahan iklim mungkin merupakan faktor penyebabnya.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Respon AS terhadap Konflik Rohingya - Liputan Berita VOA 21 Mei 2013

Seperti di tanah air, aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya juga mendapat perhatian dari pemerintah maupun sebagian rakyat Amerika Serikat. Presiden Barack Obama meminta pemerintah Burma yang juga dikenal sebagai Myanmar serius merespon serangan dan relokasi paksa warga Rohingya. Amerika berharap berbagai konflik etnis di negara yang baru berdemokrasi tersebut bisa segera diatasi. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang wanita mempersiapkan upacara tradisional Gwan-Rye di Seoul, Korea Selatan. Upacara ini diadakan bagi anak laki-laki dan perempuan yang menginjak usia 20 tahun, sebagai individu yang independen.
  • Sebuah balon udara jatuh ke tanah setelah bertabrakan dengan yang lain selama perjalanan di Cappadocia, Turki. Dua wisatawan Brazil tewas dan 23 orang lainnya terluka akibat tabrakan dua balon udara tersebut.
  • Perempuan dan anak-anak antri untuk mengambil air dari keran di sebuah kamp bagi para pengungsi di kota al-Mazraq, provinsi Hajja, Yaman barat laut.
  • Badai tornado (puting beliung) hampir menyentuh tanah di dekat South Haven, di negara bagian Kansas, AS.
  • Para fotografer bekerja selama sesi pemotretan untuk film "Blood Ties" di Festival Film Cannes ke-66 di Cannes, Prancis.
  • Seorang wanita mengenakan gaun dari bunga segar yang dirancang oleh desainer Zita Elze, berpose untuk difoto di sebuah taman pada pameran bunga Chelsea, di London, Inggris.
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (tengah) dan isterinya Ri Sol-ju saat berkunjung ke kamp anak-anak 'Pyongyang Myohyangsan' yang terletak di kaki Gunung Myohyang di Provinsi Phyongan Utara (foto courtesy: KCNA).
  • Pekerja mendorong sebuah rakit bambu besar, sementara yang lain mencoba membongkar bagian-bagian rakit bambu itu di Sittwe, negara bagian Rakhine, Burma.
  • Para pebalap sepeda naik tanjakan dalam etape ke-15 sepanjang 146 km, lomba balap sepeda Giro d'Italia di perbatasan Italia-Perancis.
  • Para anggota kelompok Castellers "Vila de Gracia" mulai membentuk menara manusia yang disebut "castell" di lingkungan Barcelona Gracia, di Catalonia, Spanyol.
Lainnya