Rabu, 16 April 2014 Waktu UTC: 19:04

Berita / Indonesia

GP Ansor Deklarasikan Gerakan Anti Islam Radikal

Puluhan ribu anggota organisasi pemuda di bawah bendera Nahdlatul Ulama, Gerakan Pemuda ANSOR menyatakan perang pada gerakan Islam radikal.

Anggota kelompok Islam radikal Front Pembela Islam (FPI) menentang pemutaran film bertema LGBT. (Foto: VOA)
Anggota kelompok Islam radikal Front Pembela Islam (FPI) menentang pemutaran film bertema LGBT. (Foto: VOA)
UKURAN HURUF - +
Yudha Satriawan
Disaksikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sekitar 34.000 anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor, organisasi di bawah bendera Nahdlatul Ulama, menyatakan akan melawan gerakan Islam radikal di Indonesia.

“Mari kita gelorakan semangat perlawanan dan menyatakan perang pada gerakan radikalisme dan ekstrimisme yang mengatasnamakan Islam. Sanggupkah sahabat Ansor melawan radikalisme yang mengatasnamakan agama?” ujar ketua umum GP Ansor, Nusron Wahid, dijawab dengan aklamasi positif oleh para peserta.

Deklarasi tersebut dilontarkan di Stadion Manahan Solo, Senin (16/7), tempat organisasi pemuda tersebut merayakan ulang tahun ke-78. Nusron menyatakan organisasinya siap menjadi benteng yang menjaga kerukunan umat beragama dan keutuhan Pancasila dari ancaman disintegrasi bangsa.

“Gerakan Pemuda ANSOR memandang tidaklah Indonesia kalau bukan dari Sabang sampai Merauke. Tidaklah Indonesia bila tidak ada orang Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, dan aliran kepercayaan lainnya. Indonesia adalah Bhinneka tunggal Ika,” ujarnya.

“Bagi GP Ansor, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila adalah harga mati. Tidak ada pertentangan dengan Islam dalam sisi kebangsaan dan humanisme. Antara Islam, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika  dapat berjalan seiring dan seirama.kita juga tidak akan melawan gerakan radikal dengan cara yang radikal, kita akan menyebarkan dan mengajarkan Islam yang toleran dan menghargai perbedaan,” jelasnya.

Presiden Susilo, yang didampingi sejumlah menteri dalam kabinetnya, juga menyerukan masyarakat untuk ikut mencegah terjadinya gerakan radikalisme, intoleransi yang mengatasnamakan agama.

“Akhir-akhir ini ada sejumlah kasus dan kejadian yang mengganggu kerukunan dan toleransi. Mari kita cegah tindakan kekerasan dan main hakim sendiri yang tidak sepatutnya. Mari kita pastikan bahwa Islam itu cinta kedamaian, tertib hukum dan menjauhi kekerasan, serta anti radikalisme dan ekstrimisme,” ujarnya.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: Marhaban dari: kuala lumpur
22.07.2012 07:04
islam adalah agama allah untuk umat manusia.hukum allah ada dlm kitab suci alquran.pengikut nya wajib mentaati perintahnya dan jg larangan.. Ini bukan uud manusia."islam itu damai.salah satu ciri ciri orang islam adalah:(mereka lemah lembut terhadap sesama muslim dan keras terhadap orang2 kafir)..


oleh: Fransiamam dari: Jakarta
19.07.2012 17:58
IAgama Islam itu agama terhormat dan toleran. Buktinya agama lain mendapatkan ruang dan bisa beribadah dinegeri ini. Radikalisme mengatasnamakan Islam ya keliru dan perlu diberi pengertian. Yang salah politiknya mengatasnamakan Islam demi kepentingan petingginya lalu mmanfaatkan dan mengorbankan pengikut fanatiknya.

Komentar Untuk

oleh: sabur dari: jakarta
22.07.2012 06:05
Memuji diri sendiri itu ga sehat..
lihat fakta di lapangan, jangan cuma MIMPI!!


oleh: el-Zaelani
19.07.2012 03:12
Begitulah klo sudah kena racun pluralisme
Klo ada person ato agama di luar Islam yg tersakiiti begitu mati2an dibela
Tapi klo person ato agama Islam yang dinistakan cuek bebek aja tu. Rasanya pluralisme hanya menjadikan seseorang sok toleran, sok humanis dan sok sok sejenis lainnya


oleh: Ami Saddam Alkaf dari: Pontianak
18.07.2012 14:22
Jangan lupa Aqidah... dan jagan lupa tak akan senang Umat Kristen melihat kebangkitan Islam... lantas kenap harus bersahabat dngan mrk..??!!

Komentar Untuk

oleh: Anonim
20.07.2012 08:46
saya seorang kristiani dan banyak bersahabat dengan teman2 saya yg muslim dan kami tidak pernah memusuhi bahkan tidak pernah tidak senang dengan muslim...maaf kami mau bersahabat bukan mencari musuh..agama kami mengajarkan kasih bukan pertikaian..siapapu haruslah kami kasihi bahkan orang yg membenci kami sekalipun..andaikata benci dihati anda bisa di gantikan kasih maka anda akan melihat bahwa agama bertujuan menyatukan bukan mencerai-beraikan..

Komentar Untuk

oleh: Anonim
19.07.2012 10:18
Nggak jelas tulisan Anda ! Pelan2 Bung tulisnya, baca lagi, baru dikirim.


oleh: anri dari: balikpapan
18.07.2012 06:28
yang dimaksudkan adalah, melawan segala aksi radikal yang dilakukan dengan mengatasnamakan Islam, atau mengatasnamakan agama lain, karena dalam islam sendiri tidak pernah mengajarkan kekerasan untuk mencapai sebuah tujuan,, dan saya yakin semua agama di indonesia juga mengajarkan demikian.


oleh: Hendra dari: Solo
18.07.2012 02:18
Perang dengan sesama orang islam..ga salah tuh!. semakin ga karuan bangsa ini

Komentar Untuk

oleh: Hendri
18.07.2012 04:49
Bukan perang sesama orang islam.. Tapi perang melawan KEKERASAN!!! TOLONG BEDAKAN ISLAM DENGAN RADIKALISME ATAS NAMA ISLAM!!! TERIMAKASIH...

Komentar Untuk

oleh: hendra dari: solo
11.08.2012 05:27
sori ya klo tersinggung. tapi menurut saya baik fpi,muhamadiyah,ldii,dan ormas islam lain adalah mempunyai tujuan yang baik pula. kalo memang ada sisi yang menyimpang ada baiknya dimusyawarahkan terlebih dahulu. kita bangsa beradab,bukan bangsa bar2. mereka yang menyimpang adalah orang yang tersesat. orang tersesat harus diarahkan,bukan di binasakan ataupun dimusuhi.


oleh: sangsurya dari: malang
18.07.2012 01:13
siapakah islam radikal itu?
kalau mmg menghargai perbedaan,
apakah mereka (islam radikal) bukan termasuk dari perbedaan itu?

Komentar Untuk

oleh: Mybro dari: Jakarta
18.07.2012 12:33
Memang islam radikal termasuk perbedaan tersebut bro. Tapi sekarang kita lihat, kristen-budha-katolik dll apakah menginginkan indonesia jadi negara kristen/budha/katolik itu? Kan konteksnya beda bro. Sekarang yang menghargai perbedaan itu siapa? Ga akan gerakan perang seperti ini kalau memang islam radikal tersebut ga berulah.

Komentar Untuk

oleh: sangbulan
18.07.2012 04:47
Tolong pakai otak lah kalau post.. Perbedaan itu HANYA dan JIKA HANYA TIDAK MERUSAK PERBEDAAN YANG LAIN.. Jika sudah merusak dan mengganggu perbedaan yang lain, maka itu namanya KEKERASAN dan HARUS DIREHABILITASI!!!
KETAKUTAN TERBESAR NEGARA DEMOKRASI ADALAH RADIKALISME! KARENA RADIKALISME MEMANFAATKAN PERBEDAAN UNTUK MENGHANCURKAN YANG BERBEDA ITU!!!

ANDA GA MAU MENGHARGAI PERBEDAAN? NIKAH SESAMA JENIS AJA.. DAN YANG MENGHARGAI PERBEDAAN AKAN MENGHARGAI ANDA YANG HOMO ITU.. INILAH ESENSI PERBEDAAN..


oleh: wedusgibas dari: banten
17.07.2012 06:53
........kita juga tidak akan melawan gerakan radikal dengan cara yang radikal,...... sampai kapan intoleransi agama akan hapus dari bumi NKRI jika kelompok yang mayoritas tidak melakukan pencegahan yang juga radikal karena pada hakekatnya radikalisme hanya dapat ditangkal juga dengan radikalisme.....

Komentar Untuk

oleh: budi
18.07.2012 01:53
mari gp ansor kita lawan radikalisme dan dukung amerika serta kebebasan sebebas-bebasnya..

Komentar Untuk

oleh: asep rahmat dari: tasik
22.07.2012 04:16
hidup anshor pembela ahmadi irshad manji{lesbi}dan mari kita buat negeri ini sebebas2nya untuk segera mendapatkan laknat dari alloh.........

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook