Kamis, 23 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 08:16

Berita / Dunia / Timur Tengah

Gencatan Senjata Diberlakukan Untuk Konflik Israel-Gaza

Menteri Luar Negeri Mesir Mohammed Kamel Amr didampingi Menlu Amerika, Hillary Clinton mengumumkan gencatan senjata di Kairo, kurang dua jam sebelum batas waktu pukul 21:00 waktu setempat.

Foto yang diambil dari televisi pemerintah Mesir ini menunjukkan Menlu AS, Hillary Rodham Clinton (kiri) mendampingi Menlu Mesir Mohammed Kamel Amr (kanan) dalam memberikan keterangan pers terkait gencatan senjata Israel-Hamas di Kairo, Mesir (21/11).
Foto yang diambil dari televisi pemerintah Mesir ini menunjukkan Menlu AS, Hillary Rodham Clinton (kiri) mendampingi Menlu Mesir Mohammed Kamel Amr (kanan) dalam memberikan keterangan pers terkait gencatan senjata Israel-Hamas di Kairo, Mesir (21/11).
UKURAN HURUF - +
Gencatan senjata dalam konflik Israel-Gaza yang ditengahi oleh Mesir mulai berlaku Rabu malam, tetapi menit-menit terakhir terjadi baku tembak antara pasukan Israel dan militan Hamas yang menguasai Jalur Gaza.

Menteri Luar Negeri Mesir Mohammed Kamel Amr mengumumkan gencatan senjata di Kairo berdampingan dengan Menlu Amerika Hillary Clinton, kurang dari dua jam sebelum batas waktu pukul 21:00 waktu setempat untuk dimulainya gencatan senjata.

Syarat-syarat gencatan senjata antara lain kedua belah pihak menghentikan kekerasan dan membuka wilayah perbatasan Gaza bagi barang dan orang. Akan ada periode 24-jam untuk memberlakukan gencatan senjata. Mesir akan mengamati pelanggaran dari kedua belah pihak.

Kesepakatan itu tercapai setelah perundingan sulit selama berjam-jam yang melibatkan Clinton, serta Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon. Clinton menyebut gencatan senjata itu sebagai "saat-saat kritis bagi daerah tersebut."

Clinton juga memuji pemerintah baru Mesir yang memainkan peran utama dalam upaya itu dan berjanji untuk bekerja sama dengan Amerika guna memastikan berlakunya gencatan senjata.

Di Yerusalem, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berterima kasih kepada Hillary Clinton dan Presiden Amerika Barack Obama atas upaya mereka dan katanya Israel akan mengupayakan gencatan senjata yang berkelanjutan. Tapi ia juga menegaskan bahwa Israel akan melakukan apapun demi membela rakyatnya.

Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak juga mengatakan Israel telah mencapai sebagian besar dari tujuannya, menghancurkan roket, lokasi-lokasi peluncuran dan tempat persembunyian Hamas. Ia juga mengatakan sistem pertahanan Iron Dome milik Israel telah menghancurkan 500 lebih roket yang ditembakkan ke Israel dari Jalur Gaza.

Sebuah pernyataan Gedung Putih mengatakan Presiden Obama memuji Perdana Menteri Israel dan menegaskan kembali bahwa Israel berhak untuk membela diri.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: Abdillah Hanafi dari: Jakarta-Indonesia
22.11.2012 11:09
@Alinea terakhir, Sungguh pernyataan yang kontradiksi dari realita yang terjadi. Bukannya Warga Palestina <GAZA> yang bertahan membela diri dan membalas atas serangan bombardir Militer Israel-Yahudi? Semua masyarakat Dunia tahu siapa yang memulai serangan tersebut. Pujian MR. PRESIDENT yang salah tempat.


oleh: Anonim
22.11.2012 10:28
nah itu dia pintarnya israel, dia yang menjajah tapi jangan kami diganggu .... jika diganggu hamas maka dicap sbagai teroris. israel tlh dapat mandat tuk menghancurkan yang namanya teroris... pintar betulll........
Ya mudah2an ini tdk hanya akal akalan amerika dlm hal gencatan senjata ini .......


oleh: arendaun dari: jawa tengah
22.11.2012 01:48
obama ,,mana keadilan,,percuma kamu datang keindonesia disambut meriah,,matamu di tutupi kotoran israel


oleh: Rozack Abdulah dari: Bandung
22.11.2012 01:29
Salute for Hilary & Muhammed Kamel Amr. ..Good Job..

 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Apple Disinyalir Siasati Pengenaan Pajak - Laporan VOA

Apple Disinyalir Siasati Pengenaan Pajak - Laporan VOA 23 Mei 2013 (ini sudah tanggal Indonesia) Sebuah subkomisi investigasi di Kongres AS memeriksa beberapa perusahaan terkemuka Amerika yang dituduh menghindari pengenaan pajak korporasi. Perusahaan-perusahaan tersebut, temasuk Apple, memindahkan sebagian operasi mereka dan mendaftarkan anak perusahaannya di luar negeri, sehingga bisa menghindari pengenaan pajak penghasilan korporasi di AS.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Tanda bertuliskan "Tuhan Memberkati Moore" dipasang di gedung teater Warren di Moore, Oklahoma, saat para pekerja memperbaiki bangunan yang rusak karena tornado itu (22/5). (Reuters/Adrees Latif)
  • Bendera Amerika terkulai di jendela yang hancur di rumah keluarga Wayne Osmus di Moore, Oklahoma. Keluarga Osmus bersembunyi di lemari Senin (20/5) setelah angin membuat mereka tidak dapat masuk ke tempat perlindungan badai. (AP/Allen Breed)
  • Charles Taber membuka bungker yang baru dibangun dua minggu lalu, yang menyelamatkan nyawanya dari tornado di Oklahoma City. (Reuters/Rick Wilking)
  • Pegawai perusahaan asuransi Farmers Insurance, Paul Gaipo, melihat mobil-mobil yang rusak karena tornado di sebuah mal yang hancur di Moore, Oklahoma (22/5).
  • Tim pencarian dan penyelamatan dari Tennessee melakukan pencarian di Moore, Oklahoma (22/5).(AP/Charlie Riedel)
  • Susan Kates menyelamatkan barang-barang dari rumah temannya yang hancur karena tornado di Moore, Oklahoma (22/5). (AP/Charlie Riedel)
  • Claudia Clark membersihkan tempat pemakaman di Moore, Oklahoma (22/5).
  • Sisa kamar tidur dari rumah yang hancur karena tornado di Moore, Oklahoma (22/5). (Reuters/Rick Wilking)
  • Rumah-rumah yang hancur karena tornado di Moore, Oklahoma, dilihat dari udara (21/5). (AP/Tony Guiterrez)
Galeri Foto

Galeri Foto Oklahoma Mulai Pemulihan Pasca Bencana

Moore di pinggiran Oklahoma City, negara bagian Oklahoma, memulai tugas berat pemulihan pasca tornado dahsyat yang menyapu kota itu pada 20 Mei.
Lainnya