Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 16:49

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Gadis Pakistan yang Ditembak Taliban Keluar dari RS Inggris

Gadis Pakistan yang kepalanya ditembak oleh militan Taliban karena memperjuangkan pendidikan anak perempuan telah keluar dari rumah sakit di Inggris.

Malala Yousufzai (tengah) diperbolehkan meninggalkan rumah sakit di Birmingham, Inggris setelah menjalani perawatan akibat penembakan oleh militan Taliban Oktober tahun lalu (foto: dok).
Malala Yousufzai (tengah) diperbolehkan meninggalkan rumah sakit di Birmingham, Inggris setelah menjalani perawatan akibat penembakan oleh militan Taliban Oktober tahun lalu (foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Rumah Sakit Queen Elizabeth di kota Birmingham dalam sebuah pernyataan Jumat mengatakan bahwa Malala Yousufzai sudah dibolehkan pulang sehari sebelumnya, setelah tim medisnya memutuskan dia cukup sehat untuk meninggalkan rumah sakit.

Gadis 15-tahun itu menjalani pembedahan rekonstruksi di rumah sakit itu hari Sabtu. Dalam prosedur selama lima jam, para ahli bedah memulihkan tengkoraknya dengan sebuah pelat titanium dan memasukkan sebuah implan elektronik untuk mengikut memulihkan pendengaran di telinga kirinya.

Dalam sebuah pesan video yang dirilis hari Senin, Malala berterima kasih kepada para pendukung atas doa-doa mereka dan bersumpah untuk terus "mengabdi kepada masyarakat " dan berjuang agar "setiap gadis, setiap anak" di Pakistan mengenyam pendidikan.

Malala kembali dari sekolah di Lembah Swat Pakistan barat laut pada bulan Oktober ketika kawanan bersenjata Taliban menembaknya, dan mengatakan ia menyuarakan tentangan terhadap kelompok militan itu dan mendukung pendidikan bagi anak perempuan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Diaspora Indonesia Selamat dari Tornado - Liputan Berita VOA

Amerika kembali dilanda bencana. Hari Senin kemarin, Amerika, tepatnya dekat Oklahoma city, negara bagian Oklahoma, diserang angin tornado yang menyapu bersih berbagai bangunan yang dilalui. Angin topan yang berkekuatan 320 km per jam itu menyebabkan 24 tewas termasuk termasuk anak-anak, bagaimana dengan warga Indonesia di wilayah itu? Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya