Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 03:19

Berita / Dunia / Eropa

G20 Berjanji Hindari Perang Mata Uang

Direktur pelaksana IMF Christine Lagarde menyampaikan komunike bersama negara-negara anggota G20 untuk menahan diri dari saling berlomba melakukan devaluasi.

Kepala IMF, Christine Lagarde (kedua dari kanan) menghadiri pertemuan negara-negara G20 di Moskow, Sabtu (16/2).
Kepala IMF, Christine Lagarde (kedua dari kanan) menghadiri pertemuan negara-negara G20 di Moskow, Sabtu (16/2).
UKURAN HURUF - +
Para menteri keuangan dari 20 negara industri besar dunia dan negara-negara berkembang telah berjanji untuk tidak menarget nilai tukar mata uang mereka untuk tujuan kompetitif.

Direktur pelaksana Dana Moneter Internasional Christine Lagarde hari Sabtu menyampaikan komunike bersama, yang dibuat negara-negara anggota G20 dalam pertemuan di Moskow untuk "menahan diri dari devaluasi kompetitif" dan menjaga pasar terbuka.

Para investor dan politisi menyampaikan kekhawatiran bahwa beberapa negara bisa menggagalkan pemulihan global yang rapuh jika mereka mencoba melemahkan nilai mata uang demi keuntungan ekonomi. Jepang dituduh menurunkan nilai yen untuk merangsang ekonominya dan unggul dibandingkan negara-negara lain.

Sebelumnya, Inggris, Perancis dan Jerman meluncurkan kampanye baru untuk memaksa pengusaha besar agar membayar pajak secara adil dan menghentikan upaya perusahaan besar untuk membayar hanya upah minimum.

Rencana tersebut diumumkan menteri keuangan ke tiga negara, setelah kajian Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menunjukkan, banyak perusahaan besar pindah ke negara lain supaya membayar pajak lebih rendah. Kajian OECD itu menyoroti tren perusahaan multinasional mengalihkan keuntungan ke negara-negara yang mengenakan tarif pajak paling rendah.

Menteri Keuangan Inggris George Osborne dalam pertemuan itu mengatakan undang-undang pajak yang berlaku kini sudah ada hampir 100 tahun lalu sehingga harus diubah guna mencerminkan cara perusahaan-perusahaan internasional menjalankan bisnis sekarang ini.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Laporan Terkini Tornado dan Nasib WNI di Oklahoma - Liputan Berita VOA 22 Mei 2013

Tim VOA melaporkan pencarian aparat terhadap korban angin tornado di reruntuhan gedung dan rumah-rumah di kota Moore, Oklahoma. 10 warga dan diaspora Indonesia di kota tersebut mengungsi ke lokasi yang aman, sementara belasan mahasiswa Indonesia di Oklahoma mewaspadai kembali terjadinya tornado.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya