Sabtu, 25 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 09:49

Berita / Ekonomi

Forum Davos Ingatkan Ekonomi Global Masih Rapuh

Para pemimpin keuangan internasional mengakhiri pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Swiss dengan peringatan bahwa masih banyak yang harus dilakukan guna menstabilkan ekonomi global.

Kepala Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde memperingatkan di Davos, Swiss bahwa pemulihan ekonomi global masih 'rapuh dan perlahan' (26/1).
Kepala Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde memperingatkan di Davos, Swiss bahwa pemulihan ekonomi global masih 'rapuh dan perlahan' (26/1).
UKURAN HURUF - +
Kepala Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde hari Sabtu (26/1) di Davos, mengatakan menurut IMF pemulihan yang "rapuh dan perlahan" tergantung pada para pemimpin ekonomi kaya di Eropa, Amerika Serikat dan Jepang dalam membuat "keputusan yang tepat."

Lagarde memperingatkan ke-17 negara Eropa pengguna euro, jangan berpuas diri walaupun dua ekonomi utama Eropa: Italia dan Spanyol, lolos dari krisis terburuk Eropa.

Kepala IMF itu juga menyatakan, ia tertarik pada langkah kebijakan Jepang yang dramatis pekan ini guna merangsang ekonominya yang mandek dengan melipat-duakan target inflasinya menjadi dua persen - langkah serupa yang dilakukan bank sentral Amerika, Federal Reserve, dalam beberapa tahun terakhir.

Jepang sejauh ini menepis kritik bahwa perubahan kebijakan Bank of Japan yang agresif bisa memicu rantai devaluasi mata uang. Hari Sabtu, Menteri Ekonomi dan Kebijakan Fiskal Jepang, Akira Amari, membela tujuan inflasi itu dan menyangkal adanya kebijakan yang disengaja untuk menurunkan nilai yen.

Amari mengatakan, fokus kebijakan baru Jepang itu adalah mengakhiri deflasi dan menyatakan terserah kepada pasar untuk menentukan nilai tukar mata uang.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya