Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 19:31

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Filipina Bawa Sengketa Laut Cina Selatan ke Pengadilan PBB

Filipina mengajukan Tiongkok ke pengadilan PBB dengan harapan menyelesaikan sengketa wilayah di Laut Cina Selatan.

Menlu Filipina, Albert del Rosario mengatakan mengajukan kasus sengketa Luat Cina Selatan ke Pengadilan Internasional untuk Hukum Laut (foto: dok).
Menlu Filipina, Albert del Rosario mengatakan mengajukan kasus sengketa Luat Cina Selatan ke Pengadilan Internasional untuk Hukum Laut (foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Menteri Luar Negeri Filipina, Albert del Rosario mengatakan hari Selasa (22/1), Manila mengajukan kasus itu ke Pengadilan Internasional untuk Hukum Laut karena telah "menggunakan hampir semua jalan politik dan diplomatik bagi penyelesaian yang dirundingkan."

Filipina mengklaim perairan itu berdasarkan ketentuan konvensi PBB, yang ditandatangani oleh kedua negara, yang memungkinkan negara-negara untuk menyatakan zona ekonomi eksklusif sejauh 370 kilometer dari pantai.

Tiongkok mengklaim hampir seluruh 3,5 juta kilometer persegi Laut Cina Selatan, sehingga bertikai tidak hanya dengan Filipina, tetapi juga dengan Vietnam, Malaysia, Brunei dan Taiwan.

Belum ada tanggapan langsung dari Tiongkok, yang telah mengatakan perselisihan itu harus diselesaikan melalui pembicaraan langsung.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno 23 Mei 2013

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya