Minggu, 20 April 2014 Waktu UTC: 20:56

Berita / Iptek / Teknologi

Eropa dan Rusia Lanjutkan Misi ke Planet Mars

Badan Antariksa Eropa, ESA, mengumumkan kesepakatan sementara dengan Rusia bagi misi pesawat tanpa awak untuk menyelidiki tanda-tanda kehidupan di planet Mars.

Kendaraan robot Exomars Rovers saat dipamerkan di Oerlikon Space, Zurich (Foto: dok). Badan Antariksa Eropa (ESA) mengumumkan kesepakatan dengan Rusia untuk meneruskan misi pesawat tak berawak ke planet Mars, Rabu (21/11).
Kendaraan robot Exomars Rovers saat dipamerkan di Oerlikon Space, Zurich (Foto: dok). Badan Antariksa Eropa (ESA) mengumumkan kesepakatan dengan Rusia untuk meneruskan misi pesawat tak berawak ke planet Mars, Rabu (21/11).
UKURAN HURUF - +
Badan Antariksa Eropa, ESA mengumumkan kesepakatan proyek misi pesawat tanpa awak untuk menyelidiki tanda-tanda kehidupan di planet Mars, Rabu (21/11).

Kesepakatan tersebut disetujui pada pertemuan di Napoli, yang menetapkan pengiriman roket untuk mengorbit ke Mars pada tahun 2016 mendatang, dengan fokus untuk menyelidiki ada tidaknya gas metana dan bukti biologi lainnya di atmosfer Planet Merah itu. Sebuah robot beroda enam akan menyusul pada tahun 2018.

Misi ExoMars dicetuskan bulan Desember 2005 dan sejauh ini misi ini telah mengeluarkan biaya senilai $500 juta lebih.

Ketika NASA memutuskan untuk menghentikan misinya bulan Februari karena keterbatasan anggaran, Eropa berpaling ke badan antariksa Rusia Roscosmos untuk melanjutkan misi ini.

Berdasarkan sebuah rancangan kesepakatan, Rusia akan menyediakan peluncuran roket-roket Proton pengangkut alat-alat berat dan sebagai imbalannya memperoleh ruang instrumen dalam satelit dan robot Rover tersebut.

Banyak anggota ESA kini kesulitan karena anggaran yang ketat, dan sejumlah proposal proyek antariksa telah dikesampingkan. Sebuah rencana untuk mengirim roket Eropa ke Bulan belum diberi lampu hijau karena keterbatasan keuangan ESA.

Dalam pertemuan hari Rabu (21/11), anggota European Space Agency menyetujui anggaran sebesar $12,3 miliar untuk melanjutkan proyek ini.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Bisnis Reparasi Sepatu di Amerika - Kampung Amerikai
X
Supri Yono
20.04.2014
Imigran asal Lebanon, Steve Doudaklian, yang sejak kecil melihat bapaknya menekuni profesi reparasi sepatu, memilih meneruskan usaha orang tuanya dan berkarir di bidang ini. Simak "Kampung Amerika", yang disajikan dalam bahasa Jawa, dan ditayangkan di Stasiun JTV, Surabaya, Jawa Timur berikut ini.
Video

Video Bisnis Reparasi Sepatu di Amerika - Kampung Amerika

Imigran asal Lebanon, Steve Doudaklian, yang sejak kecil melihat bapaknya menekuni profesi reparasi sepatu, memilih meneruskan usaha orang tuanya dan berkarir di bidang ini. Simak "Kampung Amerika", yang disajikan dalam bahasa Jawa, dan ditayangkan di Stasiun JTV, Surabaya, Jawa Timur berikut ini.
Video

Video Google akan Gunakan Pesawat Tak Berawak untuk Sediakan Akses Internet

Daerah-daerah terpencil di dunia yang tidak terjangkau internet boleh jadi bisa terhubung dengan program baru Google. Google bermisi menyediakan akses internet broadband di tempat-tempat di mana penggunaan internet masih rendah, yang akan dicapainya dengan membeli pesawat tak berawak.
Video

Video Bersepeda di Los Angeles, California - Liputan Feature VOA

Los Angeles terkenal sebagai "kota mobil", karena warganya sulit meninggalkan ketergantungan pada mobil dengan berbagai alasan, termasuk minimnya transportasi umum. Sebuah organisasi berupaya mengubah budaya ini, dengan membuat warga merasa lebih aman dan nyaman menggunakan sepeda.
Video

Video Peringatan Kartini di Silver Spring, Maryland

Hari Kartini tidak hanya mempunyai makna penting bagi warga Indonesia di tanah air, tetapi juga bagi mereka yang jauh di rantau, termasuk warga Indonesia di wilayah Washington DC dan Sekitarnya. Bagaimana suasana peringatan hari Kartini mereka, ikuti laporan tim VOA berikut ini
 Aktivitas di Facebook