Minggu, 19 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 23:36

Berita / Iptek / Teknologi

Eropa dan Rusia Lanjutkan Misi ke Planet Mars

Badan Antariksa Eropa, ESA, mengumumkan kesepakatan sementara dengan Rusia bagi misi pesawat tanpa awak untuk menyelidiki tanda-tanda kehidupan di planet Mars.

Kendaraan robot Exomars Rovers saat dipamerkan di Oerlikon Space, Zurich (Foto: dok). Badan Antariksa Eropa (ESA) mengumumkan kesepakatan dengan Rusia untuk meneruskan misi pesawat tak berawak ke planet Mars, Rabu (21/11).
Kendaraan robot Exomars Rovers saat dipamerkan di Oerlikon Space, Zurich (Foto: dok). Badan Antariksa Eropa (ESA) mengumumkan kesepakatan dengan Rusia untuk meneruskan misi pesawat tak berawak ke planet Mars, Rabu (21/11).
UKURAN HURUF - +
Badan Antariksa Eropa, ESA mengumumkan kesepakatan proyek misi pesawat tanpa awak untuk menyelidiki tanda-tanda kehidupan di planet Mars, Rabu (21/11).

Kesepakatan tersebut disetujui pada pertemuan di Napoli, yang menetapkan pengiriman roket untuk mengorbit ke Mars pada tahun 2016 mendatang, dengan fokus untuk menyelidiki ada tidaknya gas metana dan bukti biologi lainnya di atmosfer Planet Merah itu. Sebuah robot beroda enam akan menyusul pada tahun 2018.

Misi ExoMars dicetuskan bulan Desember 2005 dan sejauh ini misi ini telah mengeluarkan biaya senilai $500 juta lebih.

Ketika NASA memutuskan untuk menghentikan misinya bulan Februari karena keterbatasan anggaran, Eropa berpaling ke badan antariksa Rusia Roscosmos untuk melanjutkan misi ini.

Berdasarkan sebuah rancangan kesepakatan, Rusia akan menyediakan peluncuran roket-roket Proton pengangkut alat-alat berat dan sebagai imbalannya memperoleh ruang instrumen dalam satelit dan robot Rover tersebut.

Banyak anggota ESA kini kesulitan karena anggaran yang ketat, dan sejumlah proposal proyek antariksa telah dikesampingkan. Sebuah rencana untuk mengirim roket Eropa ke Bulan belum diberi lampu hijau karena keterbatasan keuangan ESA.

Dalam pertemuan hari Rabu (21/11), anggota European Space Agency menyetujui anggaran sebesar $12,3 miliar untuk melanjutkan proyek ini.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Antara Indonesia, Amerika dan Suriah - Liputan Berita VOA 20 Mei 2013

Hari Kamis, minggu lalu, Menlu RI Marty Natalegawa berada di Washington DC untuk menjadi pembicara dalam konferensi Indonesia yang diadakan oleh CSIS. Usai konferensi, Menlu RI Marty Natalegawa, mengunjungi Menlu AS John Kerry dan menggunakan kesempatan itu untuk membahas berbagai isu termasuk Suriah. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.
 Aktivitas di Facebook