Senin, 20 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 03:30

Berita / AS

Duta Besar Rice Bela Diri Soal Benghazi

Duta Besar Amerika untuk PBB menyanggah menyatakan kebohongan atau ketidakmampuan dalam pernyataan terkait serangan teroris di Benghazi.

Dubes Amerika untuk PBB, Susan Rice (Foto: Dok).
Dubes Amerika untuk PBB, Susan Rice (Foto: Dok).
UKURAN HURUF - +
Michael Bowman
Duta Besar Susan Rice telah menghadapi kecaman keras dari sejumlah anggota kongres Partai Republik yang bisa menyulitkan nominasinya oleh Presiden Barack Obama di masa depan.

Lima hari setelah serangan di Benghazi yang menewaskan Duta Besar Amerika Christopher Stevens dan tiga warga Amerika lainnya, Susan Rice muncul di beberapa program televisi Amerika. Rice mengatakan penilaian intelijen awal menunjukkan demonstrasi spontan yang mengundang kehadiran militan bersenjata berat.

Pemerintahan Obama sejak itu mengatakan bahwa serangan itu, pada kenyataannya, adalah serangan teroris.

Berbicara di PBB Rabu malam, Rice menanggapi sejumlah pertanyaan yang masih tersisa tentang pernyataannya bulan September itu.

"Ketika membahas serangan terhadap fasilitas Amerika di Benghazi, saya semata-mata mengandalkan informasi yang diberikan kepada saya oleh komunitas intelijen. Saya telah menekankan bahwa informasi itu masih dini dan penyelidikan kami selanjutnya akan memberikan jawaban yang pasti. Setiap orang, khususnya komunitas intelijen, telah bekerja dengan itikad baik untuk memberikan penilaian terbaik berdasarkan informasi yang tersedia,” ungkap Rice.

Pekan lalu, anggota senat fraksi Republik, termasuk Senator John McCain, mengecam komentar awal Rice tentang Benghazi sebagai bukti kebohongan atau ketidakmampuan. Hingga kini, sebagian anggota Partai Republik dan pengecam konservatif menuduh pemerintah meremehkan insiden Benghazi dengan maksud melindungi Presiden Obama dari dampak politik semasa pemilu presiden.

Duta Besar Rice menanggapi langsung Senator McCain dengan menyanggah tuduhannya.

"Saya sangat menghormati Senator McCain dan pengabdiannya kepada Amerika, dari dulu dan selamanya. Saya kira beberapa pernyataannya tentang saya tidak berdasar, tapi saya harap pada waktu yang tepat, saya berkesempatan untuk membahas semua ini dengannya,” ujar Rice.

Susan Rice dianggap sebagai salah seorang calon kuat pengganti Hillary Clinton sebagai menteri luar negeri pada masa jabatan kedua Presiden Obama. Jika dicalonkan, ia harus  mendapat konfirmasi senat untuk menempati jabatan itu.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Antara Indonesia, Amerika dan Suriah - Liputan Berita VOA 20 Mei 2013

Hari Kamis, minggu lalu, Menlu RI Marty Natalegawa berada di Washington DC untuk menjadi pembicara dalam konferensi Indonesia yang diadakan oleh CSIS. Usai konferensi, Menlu RI Marty Natalegawa, mengunjungi Menlu AS John Kerry dan menggunakan kesempatan itu untuk membahas berbagai isu termasuk Suriah. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Kapal layar-kapal layar balap Pen Duick berlayar di pantai Saint-Quay-Portrieux, Perancis Barat dalam perjalanan dari Roscoff ke Saint-Quay-Portrieux.
  • Delegasi dari Movement for Democratic Change (MDC) termasuk Wakil Presiden Thokosani Khupe (kanan) menari saat upacara pembukaan resmi konfrensi MDC yang akan berkangsung tiga hari di Harare.
  • Dua warga Bangladesh melalui tanda bendera merah peringatan datangnya badai tropis Mahasen di pantai Teluk Benggala di Chittagong, Bangladesh,16 Mei 2013.
  • Pengunjung terlihat melalui instalasi "Resin" dalam pameran  "Kapoor di Berlin" di museum Martin Gropius Bau di Berlin pada tanggal 17 Mei 2013.
  • Para peziarah menunggang kuda-kuda mereka melintasi Sungai Quema dalam perjalanan mereka menuju El Rocio di pedesaan Almonte Provinsi Huelva, Spanyol,16 Mei 2013.
  • Seorang laki-laki Afghanistan mengarahkan anak-anaknya menjauh dari lokasi dimana seseorang telah melakukan serangan bom mobil bunuh diri atas konvoi NATO di Kabul, Afghanistan, 16 Mei 2013.
  • Para peraga busana menampilkan kreasi karya perancang busana Indonesia, Dian Pelangi, dalam acara Festival Busana dan Makanan Jakarta, di Jakarta, Indonesia.
  • Seorang anak mengamati ubur-ubur berenang di dalam sebuah tangki besar di Aquarium Vancouver, British Columbia,16 Mei 2013.
  • Seorang perempuan Korea menuangkan air suci ke sebuah patung Budha kecil untuk memperingati hari kelahiran Budha di Kuil Jogye di Seoul Korea.
  • Gabungan gambar sebuah galaksi memperlihatkan bagaimana tingkat gaya tarik yang terus menerus dari sebuah lubang hitam yang sangat besar bisa dikendalikan untuk menghasilkan daya yang sangat besar (foto: NASA).
  • Seorang pemuda Pakistan tampak mengejar kudanya seiring dengan terbenamnya matahari di pinggiran kota Islamabad, Pakistan.
  • Pemain bisbol dari klub New York Mets, Jordany Valdespin, meluncurkan tubuhnya menyentuh home plate untuk membuat skor dalam  RBI ganda oleh Daniel Murphy selama inning ketiga permainan bisbol melawan St Louis Cardinals di St Louis, 16 Mei 2013.
Lainnya