Rabu, 19 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 13:24

Berita / Dunia / Afrika

2 Ton Gading Bertujuan Indonesia Disita di Kenya

Pihak berwenang Kenya telah menyita dua ton gading di pelabuhan Mombasa yang bernilai lebih dari satu juta dolar.

Pihak berwenang Kenya menyita sedikitnya dua ton gading gajah ilegal di pelabuhan Mombasa, Kenya dalam satu peti kemas yang bertujuan ke Indonesia., Rabu, Januari 16, 2013. (AP Photo / Khalil Senosi)
Pihak berwenang Kenya menyita sedikitnya dua ton gading gajah ilegal di pelabuhan Mombasa, Kenya dalam satu peti kemas yang bertujuan ke Indonesia., Rabu, Januari 16, 2013. (AP Photo / Khalil Senosi)
UKURAN HURUF - +
Para pejabat mengatakan pengiriman ilegal itu dimuat dalam satu peti-kemas yang bertujuan Indonesia dengan surat-surat yang menyebut muatan “batu-batu hiasan.”

Para pejabat tersebut memberitahu suratkabar Kenya “Daily Nation” bahwa petugas yang meloloskan pengiriman itu untuk ekspor telah diskors sementara penyelidikan berlangsung.

Mereka mengatakan kira-kira 250 ekor gajah dibantai untuk ekspor tersebut.

Pembunuhan gajah dan badak adalah masalah utama di Kenya. Permintaan akan gading sangat besar di Asia. Gading digunakan untuk hiasan dan juga diyakini mempunyai khasiat yang dapat digunakan untuk membuat obat-obatan. Larangan perdagangan gading dunia mulai diberlakukan sejak tahun 1989.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: Pengamat
16.01.2013 23:13
saya yakin tujuan sebenarnya bukan ke Indonesia, melainkan ke China.

 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Obama Dikecam Dunia Atas Program Mata-Mata - Liputan Berita VOA

Seiring pertemuan pemimpin negara-negara G8 yang kini berlangsung di Irlandia Utara, muncul pembocoran informasi baru terkait program mata-mata yang dilakukan pemerintah Obama, atas metadata email dan panggilan telpon. Program yang dilakukan untuk mencegah aksi terror ini dikecam karena dianggap melanggar hak privasi warga dunia. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang tentara NATO berjalan dengan kaki palsu menuju helikopter, setelah upacara serah terima keamanan dari pasukan NATO kepada pasukan Afghanistan di luar ibukota Kabul.
  • Seorang anak Bangladesh melemparkan seekor kambing dari sebuah perahu di Sungai Buriganga di Dhaka.
  • Seorang gadis mengatur boneka animasi di sebuah lapangan di Lingen, Jerman timur, menjelang upaya memecahkan rekor baru yang akan dilakukan bersama dengan sekitar 600 murid sekolah.
  • Seorang polisi militer menggunakan semprotan merica ke arah seorang pengunjuk rasa selama demonstrasi soal kondisi ekonomi di Rio de Janeiro, Brazil.
  • PM Shinzo Abe Jepang (kiri belakang) menyentuh tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka berjalan bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dalam acara KTT G-8 di resor Lough Erne di Enniskillen, Irlandia Utara.
  • Seorang pria membaca koran di Lapangan Royal Enclosure pada hari pertama menjelang festival balap kuda di kota Ascot, Inggris selatan.
  • Foto udara dari Paris Air Show ke-50, di bandara Le Bourget dekat Paris, Perancis.
  • Para pemain kelompok sirkus Eoloh melakukan latihan yang terbuka untuk media di gedung Nuevo Teatro Alcala di Madrid, Spanyol.
  • Para seniman melakukan atraksi pada festival api tahunan di Kyiv, Ukraina.
Lainnya