Senin, 24 Nopember 2014 Waktu UTC: 00:00

Berita / Dunia / Asia Pasifik

22 Tewas dalam Bentrokan Kelompok Ekstremis dan Pemberontak di Filipina

Hari Senin (4/2), pemberontak Muslim Moro menyerang gerombolan bersenjata Abu Sayyaf, setelah kelompok militan terkait al-Qaida itu menolak membebaskan sandera.

Tentara pemberontak Moro (MNLF) menyerbu kelompok militan Abu Sayyaf yang menolak membebaskan sandera (foto: dok).
Tentara pemberontak Moro (MNLF) menyerbu kelompok militan Abu Sayyaf yang menolak membebaskan sandera (foto: dok).
Kelompok pemberontak Muslim Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) hari Senin menyatakan menyerang gerombolan bersenjata Abu Sayyaf, setelah kelompok militan terkait al-Qaida itu menolak membebaskan sandera.

Serangan itu memicu bentrokan hebat di hutan yang menewaskan 22 orang di Filipina Selatan.

Belum ada keterangan mengenai apakah ada sandera yang luka-luka dalam pertempuran itu, tetapi menurut polisi, mereka masih ditawan militan Abu Sayyaf.

Kelompok pemberontak MNLF memiliki kesepakatan otonomi dengan pemerintah, Komandan MNLF, Khabir Malik, mengatakan kelompoknya memutuskan menyerang Abu Sayyaf di kota Patikul, provinsi Sulu, setelah gagalnya perundingan mengenai pembebasan beberapa warganegara asing yang  ditawan, termasuk di antaranya seorang wartawan televisi Yordania dan dua lelaki Eropa yang disandera sejak tahun lalu.

Kelompok militan Abu Sayyaf membebaskan dua warga Filipina  akhir pekan lalu setelah menerima uang tebusan yang tidak disebutkan jumlahnya, jelas para pejabat keamanan. Ditambahkan, para sandera dilepaskan begitu saja dan tidak diserahkan kepada pemberontak Moro.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook