Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 17:54

Berita / Indonesia

DPR Sahkan UU Pemberantasan Pendanaan Terorisme

DPR mengesahkan undang-undang yang memberikan hukuman berat bagi penyandang dana atau penggerak pendanaan aksi terorisme.

Anggota pasukan anti-teror Detasemen Khusus (Densus) 88 dalam sebuah penggerebekan di Solo, September 2012. (Foto: Dok)
Anggota pasukan anti-teror Detasemen Khusus (Densus) 88 dalam sebuah penggerebekan di Solo, September 2012. (Foto: Dok)
UKURAN HURUF - +
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: Rakean Agung dari: Tangerang
12.02.2013 22:09
Alangkah,Indah dan Sinkronnya,Jika UU Pendanaan Terorisme ini yang begitu ketat,tegas dan keras akan sanksinya bahkan sampai adanya hukuman mati.Seiring,sejalan dan setegas,sekeras sanksi dan hukujmannya kepada pelaku Korupsi dan juga,para Gembong,Pembuat,Penyalur,Penjual,Penggunapun.yang telah membuat resah dan heboh,para aparat,pejabat bahkan samapi ke MA dan memepengaruhi turunnya Grasi Presiden itu.Jadi,dalam hal ini mana itu para penggiat HAM yang tidak setuju dengan hukuman mati,tidak terdengar suaranya sedikitpun.Tidak heran,karena nuansanya terkesan adanya desakan dari luar,mengingat Densus 88pun dibentuk dilatih dan didanai dari dana sing jua.Serta, DPR begitu sigap dan lancarnya menggolkan dari RUU jadi UU pendanaan terorisme itu. Sementara,akar permaslahannya tidak dicarikan solusinya,seperti masalah sosial ekonomi dan ketidak adilan yang terjadi seepanjang waktu itu,ketimpangan ekonomi.Itu,diantaranya.Sebab,Sila sila dari Pnca Sila dan amanah Kontitusi,jauh dari dilaksanakan,benahi sektor ini,selain perlunya introfeksi dan evaluasi totalitas dari para penyelenggara negara ini.Bila tidak,dan terkesan terjadi pembiaran,maka korban akan jatuh terus atas nama terorisme,dinegeri tercinta ini.

 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Teater untuk Warga Tunanetra - Liputan Feature VOA

Warga tuna netra di Amerika ternyata dapat juga menikmati sebuah pertunjukan teater. Seperti yang dilakukan di teater ‘Everyman’, di Baltimore, Maryland. Selain mendengarkan dialog dalam pementasan, teater ini mengadakan tur khusus bagi penonton tuna netra, dimana mereka dapat menyentuh langsung props yang dipakai dan dekorasi panggung, serta mengetahui tata letaknya. Ini membantu imajinasi mereka dalam menghayati kisah yang disampaikan selama pementasan.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya