Sabtu, 25 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 17:39

Berita / AS

DPR Amerika Setujui RUU Terkait Perdagangan dan HAM Rusia

DPR Amerika menyetujui RUU yang akan meningkatkan hubungan dagang dengan Rusia dan menghukum para pejabat Rusia yang melakukan pelanggaran HAM.

DPR Amerika telah menyetujui RUU terkait pelanggaran HAM dan hubungan perdagangan dengan Rusia, Jum'at (16/11).
DPR Amerika telah menyetujui RUU terkait pelanggaran HAM dan hubungan perdagangan dengan Rusia, Jum'at (16/11).
UKURAN HURUF - +
DPR Amerika menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) terkait pelanggaran HAM dan hubungan dagang dengan Rusia hari Jumat (16/11) dengan dukungan 365 suara dan 43 suara lainnya menolak RUU tersebut. RUU tersebut telah diserahkan kepada Senat untuk mendapat persetujuan.

RUU itu menggabungkan dua rancangan. Bagian pertama memberikan status hubungan dagang normal permanen kepada Rusia, mencabut undang-undang era Perang Dingin yang mengaitkan keringanan cukai untuk produk Rusia dengan hak warga Yahudi Rusia untuk berimigrasi.

Bagian kedua melarang visa dan membekukan aset bank para pelanggar HAM Rusia. RUU itu disebut Magnitsky, mengambil nama pengacara Rusia Sergei Magnitsky yang meninggal tiga tahun yang lalu dalam penjara setelah mengungkapkan kasus penipuan pajak besar-besaran.

RUU itu dirancang untuk menarget para pejabat Rusia yang terlibat dalam penahanan dan kematian Magnitsky. Rusia menyebut RUU itu provokatif dan memperingatkan bahwa akan memberikan tanggapan keras apabila RUU tersebut diberlakukan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya