Selasa, 31 Mei 2016 Waktu: 01:20

    Berita / Dunia

    DK PBB Perpanjang Mandat di Afrika Tengah

    Dewan Keamanan PBB telah memperpanjang satu tahun lagi mandat kantor pemelihara perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah, dan menyebut keadaan di sana “sangat rapuh.”

    Anggota Pasukan Khusus AS sedang berbicara dengan pasukan Republik Afrika Tengah dan Uganda di Obo, Afrika Tengah (Foto: dok)). Dewan Keamanan PBB memperpanjang satu tahun mandat kantor pemelihara perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah (24/1).
    Anggota Pasukan Khusus AS sedang berbicara dengan pasukan Republik Afrika Tengah dan Uganda di Obo, Afrika Tengah (Foto: dok)). Dewan Keamanan PBB memperpanjang satu tahun mandat kantor pemelihara perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah (24/1).
    Ke-15 anggota Dewan Keamanan di New York hari Kamis (24/1) mendesak pemerintah dan kelompok-kelompok oposisi mematuhi gencatan senjata yang ditanda-tangani dua minggu lalu. Mereka juga mendesak semua pihak agar mematuhi persetujuan lain termasuk pembentukan pemerintah yang berbagi kekuasaan.

    Dewan Keamanan mengatakan terserah kepada pemerintah Republik Afrika Tengah untuk menghormati hak azasi manusia, sementara mengutuk dengan kuat penggunaan anak-anak sebagai tentara oleh oposisi bersenjata, pembunuhan warga sipil dan perkosaan.

    Utusan khusus PBB untuk Republik Afrika Tengah, Margaret Vogt, mengatakan penting bagi pasukan Afrika untuk tetap  berada di negara itu, dengan mengatakan negara itu dapat dengan mudah menjadi seperti Mali.

    Dia mengatakan pasukan Afrika telah menciptakan “tembok pelindung” yang menghambat penyebaran ketidak-amanan.

    Lihat Juga

    Beijing: Kapal yang Ditahan Indonesia Beroperasi Secara Legal

    Menurut AFP, Achmad Taufiqoerrochman, komandan Armada Barat Indonesia, mengatakan kapal China tersebut , Gui Bei Yu, dicurigai telah melakukan penangkapan ikan secara illegal karena ditemukannya hasil tangkapan di dalam kapal itu. Selengkapnya

    Mantan Presiden Chad akan Divonis Hari Ini di Senegal

    Mantan diktator Chad, Hissene Habre diadili atas tuduhan kejahatan perang, penyiksaan dan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh mahkamah khusus yang dinamakan Mahkamah Luar Biasa Afrika. Selengkapnya

    10 Tahun Lumpur Lapindo, Warga Masih Hidup Dalam Ancaman

    Warga sekitar tanggul lumpur khawatir dengan adanya rencana Lapindo Brantas melakukan pengeboran pada salah satu sumur di Tanggulangin. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

    Ikuti Kami