Rabu, 19 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 05:11

Berita / AS

Dibersihkan dari Timbunan Salju, Tol New York Ditutup

Jalan tol antar-negara bagian di New York ditutup karena akan dibersihkan dari timbunan salju, sementara kondisi darurat masih diberlakukan, juga di negara-negara bagian lain.

Petugas pemadam kebakaran di New York mengisi garam ke dalam wadah di truk mereka yang akan digunakan untuk mencairkan es (8/2). (AP/Mary Altaffer)
Petugas pemadam kebakaran di New York mengisi garam ke dalam wadah di truk mereka yang akan digunakan untuk mencairkan es (8/2). (AP/Mary Altaffer)
UKURAN HURUF - +
Ratusan truk dan peralatan lain pembersih salju dari seluruh negara bagian menuju ujung timur New York, Long Island, Minggu (10/2), di mana jalan antar-negara bagian sepanjang hampir 45 kilometer ditutup supaya salju dan es akibat badai besar bisa dibersihkan sebelum hari kerja Senin pagi.

Bagian-bagian Long Island timur dilanda salju setebal hampir satu meter. Pada puncak badai, ratusan mobil terjebak di jalan-jalan termasuk Long Island Expressway, sehingga semakin menyulitkan pembersihan salju. Pengemudi bermalam di jalan bebas hambatan itu, ketakutan dan kedinginan. Keganasan badai mengejutkan banyak orang meskipun sudah ada peringatan agar pengemudi tidak turun ke jalan.

Lebih dari sepertiga peralatan pembersih salju di negarabagian New York dikerahkan ke daerah itu, kata Gubernur Andrew Cuomo, termasuk lebih dari 400 truk pembersih dan lebih dari 100 pembersih salju berbahan bakar diesel dan peralatan lain.

Jalan tol itu ditutup Minggu pagi dan diperkirakan akan tetap ditutup sampai Minggu sore. Truk pembersih tidak hanya berurusan dengan salju tebal, tetapi juga lapisan es. Mereka juga harus bergerak di antara mobil-mobil yang ditinggalkan pengemudinya.

Juru bicara kepolisian Suffolk County di Long Island Minggu mengatakan semua kendaraan yang ditelantarkan telah diperiksa. Tidak didapati satu orang pun yang membutuhkan bantuan medis.

Badai salju terdahsyat dalam puluhan tahun menghantam New York dan enam negara bagian di kawasan New England hari Jumat dan Sabtu, membuat kendaraan-kendaraan terjebak salju dan puluhan ribu warga hidup tanpa aliran listrik. Sedikitnya lima orang diberitakan tewas.

Lebih dari 650 rumah dan kantor di kawasan itu kini tanpa aliran listrik dan pihak berwenang mengatakan listrik masih akan padam hingga beberapa hari ke depan.

Bandar-bandar udara di New York dan Boston mulai dibuka kembali Sabtu setelah lebih dari 5.000 penerbangan dibatalkan.

Para pengemudi – termasuk beberapa pekerja bantuan darurat – terjebak di jalan-jalan raya bersalju sepanjang malam.

Di negara bagian New York – yang dilanda salju setebal 30 sentimeter – Gubernur Andrew Cuomo pada Sabtu mengimbau warga untuk tidak keluar rumah.

Dua negara bagian lainnya – Massachusetts dan Connecticut – ditutupi salju yang lebih tinggi lag./  Salju hampir setinggi satu meter menutupi kota Milford, Connecticut.  Di kota Westport yang berdekatan, kecepatan angin mencapai 132 kilometer per jam.

Sementara di Boston, Gubernur Massachusetts Deval Patrick memberlakukan larangan mengendarai mobil di seluruh negara bagian itu.

Para gubernur di negara bagian Massachusetts, New York/ Connecticut, Rhode Island dan Maine memberlakukan keadaan darurat.

Banjir diperkirakan akan melanda sepanjang garis pantai Connecticut, New York dan New Jersey, di mana warga masih berupaya pulih akibat badai super Sandy yang melanda daerah itu Oktober lalu.

Para ahli mengatakan badai ini bisa jadi sama parahnya seperti badai salju 1978 yang membuat wilayah New England terkucil selama berhari-hari.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Obama Dikecam Dunia Atas Program Mata-Mata - Liputan Berita VOA, 19 Juni 2013

Seiring pertemuan pemimpin negara-negara G-8 yang kini berlangsung di Irlandia Utara, muncul pembocoran informasi baru terkait program mata-mata yang dilakukan pemerintah Obama, atas metadata email dan panggilan telpon. Program yang dilakukan untuk mencegah aksi terror ini dikecam karena dianggap melanggar hak privasi warga dunia. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang tentara NATO berjalan dengan kaki palsu menuju helikopter, setelah upacara serah terima keamanan dari pasukan NATO kepada pasukan Afghanistan di luar ibukota Kabul.
  • Seorang anak Bangladesh melemparkan seekor kambing dari sebuah perahu di Sungai Buriganga di Dhaka.
  • Seorang gadis mengatur boneka animasi di sebuah lapangan di Lingen, Jerman timur, menjelang upaya memecahkan rekor baru yang akan dilakukan bersama dengan sekitar 600 murid sekolah.
  • Seorang polisi militer menggunakan semprotan merica ke arah seorang pengunjuk rasa selama demonstrasi soal kondisi ekonomi di Rio de Janeiro, Brazil.
  • PM Shinzo Abe Jepang (kiri belakang) menyentuh tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka berjalan bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dalam acara KTT G-8 di resor Lough Erne di Enniskillen, Irlandia Utara.
  • Seorang pria membaca koran di Lapangan Royal Enclosure pada hari pertama menjelang festival balap kuda di kota Ascot, Inggris selatan.
  • Foto udara dari Paris Air Show ke-50, di bandara Le Bourget dekat Paris, Perancis.
  • Para pemain kelompok sirkus Eoloh melakukan latihan yang terbuka untuk media di gedung Nuevo Teatro Alcala di Madrid, Spanyol.
  • Para seniman melakukan atraksi pada festival api tahunan di Kyiv, Ukraina.
Lainnya