Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 01:50

Berita / Olahraga

Departemen Kehakiman AS Ikut Gugat Lance Armstrong

Departemen Kehakiman Amerika dikabarkan akan turut menggugat pembalap Lance Armstrong untuk memperoleh kembali uang sponsor.

Pembalap sepeda AS, Lance Armstrong, saat diwawancarai oleh Oprah Winfrey, 14 Januari 2013 (Foto: dok). Departemen Kehakiman AS dikabarkan akan turut menggugat Lance Armstrong terkait kasus doping.
Pembalap sepeda AS, Lance Armstrong, saat diwawancarai oleh Oprah Winfrey, 14 Januari 2013 (Foto: dok). Departemen Kehakiman AS dikabarkan akan turut menggugat Lance Armstrong terkait kasus doping.
UKURAN HURUF - +
Dalam sebuah pernyataan hari Jumat (22/2), Departemen Kehakiman menuduh, Armstrong dan pembalap sepeda lainnya yang disponsori  Kantor Pos Amerika, melanggar perjanjian, karena secara rutin menggunakan zat-zat terlarang untuk memacu stamina mereka.

Jaksa Amerika untuk Wasington, DC, Ronald Machen mengatakan, bahwa Armstrong dan timnya menerima lebih dari 30 juta dolar dari  Kantor Pos Amerika. Menurut Machen, gugatan itu dimaksudkan untuk membantu Kantor Pos mengambil lagi uang yang secara tidak sah diperoleh tim pembalap sepeda itu, dengan melanggar perjanjian selama bertahun-tahun.

Departemen Kehakiman Amerika bergabung dengan tuntutan yang diajukan saksi pelapor, mantan teman seprofesinya, pembalap Floyd Landis, yang ikut serta dalam tim Kantor Pos Amerika dari tahun 2002 hingga 2004.

Armstrong, 41 tahun, bertahun-tahun membantah tegas tuduhan bahwa dia menggunakan obat terlarang. Tetapi tahun ini ia mengaku dalam wawancara dengan pemandu acara terkenal Amerika, Oprah Winfrey, bahwa ia  memang menggunakan doping. Badan Anti-Doping Amerika tahun lalu mendapati bahwa Armstrong terbukti memang menipu.

Tujuh gelar juara Tour de France telah dicopot dari Armstrong dan ia telah dilarang mengikuti balap sepeda seumur hidup.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Laporan Terkini Tornado dan Nasib WNI di Oklahoma - Liputan Berita VOA 22 Mei 2013

Tim VOA melaporkan pencarian aparat terhadap korban angin tornado di reruntuhan gedung dan rumah-rumah di kota Moore, Oklahoma. 10 warga dan diaspora Indonesia di kota tersebut mengungsi ke lokasi yang aman, sementara belasan mahasiswa Indonesia di Oklahoma mewaspadai kembali terjadinya tornado.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya