Sabtu, 25 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 23:43

Berita / AS

Demonstran Anti-Aborsi Gelar Aksi Tahunan di Washington

Puluhan ribu warga AS penentang aborsi hari Jumat (25/1) memadati alun-alun kota Washington DC untuk memprotes keputusan MA Amerika mengesahkan aborsi.

Puluhan ribu penentang aborsi melakukan unjuk rasa 'March for Life' di Washington DC hari Jumat (25/1).
Puluhan ribu penentang aborsi melakukan unjuk rasa 'March for Life' di Washington DC hari Jumat (25/1).
UKURAN HURUF - +
Puluhan ribu orang hari Jumat memadati National Mall, alun-alun kota Washington DC, dan memenuhi tangga-tangga gedung Mahkamah Agung untuk memprotes keputusan Mahkamah Agung Amerika yang mengesahkan aborsi.

Tahun ini menandai ulangtahun ke-40 keputusan Roe v Wade yang kontroversial yang mengesahkan aborsi di Amerika.

Penentang aborsi setiap tahun melakukan apa yang mereka sebut March for Life, tahun ini mereka melakukannya dalam suhu di bawah titik beku ketika salju tipis turun.

Aktivis anti-aborsi mengatakan setiap hari terjadi 3.300 aborsi di Amerika.

Salah seorang aktivis itu, Joy Duffy, kepada VOA mengatakan ia tidak setuju dengan aborsi kecuali bila kehamilan itu berisiko bagi kesehatan sang ibu.

Aktivis anti-aborsi selama 40 tahun ini berusaha membatalkan keputusan yang disebut Roe v Wade tersebut. Anggota Kongres maupun anggota DPR negarabagian juga telah berusaha membatasi aborsi. Menurut mereka, kehidupan dimulai ketika terjadi pembuahan dan bahwa sains mendukung mereka.

Mereka juga mengatakan sebagian perempuan menggunakan aborsi sebagai bentuk kontrasepsi. Sebaliknya, menurut aktivis hak-hak aborsi dan banyak dokter, legalisasi aborsi adalah hak dasar.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya