Jumat, 01 Agustus 2014 Waktu UTC: 13:53

CNN Hero Robin Lim: Pengabdian Seorang Bidan dengan Cinta Kasih

Robin Lim meraih penghargaan CNN Hero 2011 karena melayani persalinan gratis bagi masyarakat tidak mampu di Ubud, Bali dan korban tsunami di Meulaboh, Aceh Barat.

Robin Lim (ketiga dari kiri) bersama para penerima nominasi CNN Heroes 2011 lainnya. Robin Lim akhirnya meraih penghargaan pertama CNN Hero 2011 (foto: dok).
Robin Lim (ketiga dari kiri) bersama para penerima nominasi CNN Heroes 2011 lainnya. Robin Lim akhirnya meraih penghargaan pertama CNN Hero 2011 (foto: dok).

Multimedia

Audio
  • http://media.voanews.com/audio/01+15+12+CNN+Hero+Robin+Lim+dan+Pengabdian+Bidan+dengan+Cinta+Kasih.mp3

Wella Sherlita

Bicaranya tenang dan suaranya lembut, dan ia mampu menjelaskan pentingnya kesehatan ibu hamil dan bayi yang baru dilahirkan, dengan bahasa medis yang sederhana.

Robin Lim melakukan pekerjaannya dengan tulus dan penuh dedikasi. Tidak pernah terpikir, bahwa satu ketika pekerjaannya sebagai bidan desa selama 20 tahun di Bali, membuat stasiun televisi terkemuka, CNN, memberinya gelar “Hero 2011”. Robin menceritakan kesannya, dalam suatu perbincangan di Pusat Kebudayaan Amerika, Minggu siang.

“Waktu voting dan @America (Pusat Kebudayaan Amerika) melaporkan ada 20 ribu pemilih dan melaporkan setiap hari sebagai pengingat. Kita punya banyak teman di Indonesia. Saya pikir sewaktu masyarakat dunia mau memilih “number one Hero” pastilah (kandidat) yang lain yang dapat, karena (pasien) di Klinik Bumi Sehat tidak punya komputer jadi tidak bisa ikut memilih,” ujar Robin Lim.

Perempuan berdarah campuran Filipina-Amerika Serikat ini mengatakan kliniknya teramat sederhana. Meraih penghargaan CNN Hero membuka kesempatan bagi Klinik Bumi Sehat untuk mendapatkan lebih banyak donor. Hadiah uang dari CNN yang sangat besar, akan digunakan sepenuhnya untuk memajukan klinik di Bali dan Meulaboh.

Yang pasti, Robin tidak akan berhenti mengkampanyekan “Gentle Birth”, yaitu memberikan perhatian pada ibu dan bayi yang baru lahir dengan penuh cinta dan keperdulian.

Robin Lim, dalam suatu perbincangan di Pusat Kebudayaan Amerika, Minggu siang (15/1).
Robin Lim, dalam suatu perbincangan di Pusat Kebudayaan Amerika, Minggu siang (15/1).

Robin Lim mengatakan, “Kita harus buat klinik baru karena ada bagian yang rusak akibat gempa di Bali. Ada kesempatan bisa memberikan pemahaman apa itu “gentle Birth” ke seluruh Ibu di dunia, karena bisa menyelamatkan nyawa para ibu. Di Indonesia kita punya banyak orang-orang yang menggerakkan “Gentle Birth”, seperti di Jawa dan ada juga beberapa dokter kandungan.”

Semua bidan di Bali dan Aceh sekarang sibuk melayani ibu-ibu yang mau melahirkan, kata Robin. Sejak 20005 sudah ada 113 ribu orang mendapatkan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis dari Klinik Bumi Sehat. Selain ASI eksklusif ada satu hal yang penting diingat pasangan yang ingin punya anak.

“Ada resep gratis untuk punya anak yang lebih pintar yaitu ibu hamil harus banyak tertawa. Ada hormon sedih namanya kortisol. Kalau ibu banyak hamil, banyak kuatir, banyak menangis, pasti banyak kortisol dalam badannya, itu akan berpengaruh pada otak anak nanti. Maka, ini jadi tugas Bapak untuk membuat ibu hamil sering tertawa,” papar Robin Lim.

Eka, seorang apoteker asal Bali menanyakan kabar penolakan dari para spesialis kandungan yang sempat menolak praktik persalinan di Klinik Bumi Sehat.  Ia menanyakan, “Saya seorang apoteker dan berasal dari Bali. Terimakasih untuk Ibu Robin, salah satu keponakan saya lahir di Klinik Bumi Sehat. Tadi ibu Robin mengatakan banyak mendapat tentangan dan hambatan dari para dokter spesialis, seperti apa itu?”

“Dulu, tapi sekarang sudah tidak. Ada soal pemotongan tali pusat. Dulu ingat waktu keponakan Anda lahir kita tidak langsung potong tali pusat karena nanti bayi bisa anemia kalau langsung dipotong setelah baru lahir. Di Klinik Bumi Sehat kita tunggu lama. Ada dokter atau bidan yang mau cepat, itu saya tidak enak melihatnya. Apalagi kalau bayi langsung ditaruh di ruang bayi,” jawab Robin Lim.

Bayi yang langsung dibawa ke ruang bayi akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan ASI pertama. Robin menyebut “perpisahan mendadak ibu dan bayi” ini sebagai sabotase, dan ini akan membuat kekebalan bayi berkurang. Sekitar 40-60 persen kandungan darah terdapat pada plasenta bayi yang baru lahir, dan letaknya ada pada tali pusat, demikian Robin Lim.

Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda