Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 15:25

Berita / AS

Clinton: Serangan di Benghazi akibat Meluasnya Ancaman Jihad

Menlu AS Hillary Clinton memberi kesaksian tentang serangan atas konsulat AS di Benghazi, Libya di hadapan Komisi Hubungan Luar Negeri Senat untuk pertama kalinya.

Menlu AS Hillary Clinton memberi kesaksian serangan di Benghazi, Libya di hadapan Komisi Hubungan Luar Negeri Senat AS, Rabu (23/1).
Menlu AS Hillary Clinton memberi kesaksian serangan di Benghazi, Libya di hadapan Komisi Hubungan Luar Negeri Senat AS, Rabu (23/1).
UKURAN HURUF - +
Beberapa anggota Senat Amerika mengecam Menteri Luar Negeri Hillary Clinton atas caranya menangani serangan di kompleks diplomatik Amerika di Benghazi – Libya tahun lalu, dan memperingatkan kebijakan Amerika di Afrika Utara tidak mencukupi.

Menteri Luar Negeri Hillary Clinton memberi kesaksian di hadapan Komisi Hubungan Luar Negeri Senat untuk pertama kalinya tentang serangan 11 September 2012.

Diantara pengecam Clinton yang paling keras adalah John McCain yang pernah menjadi calon presiden dari partai Republik.

Sementara, Senator Bob Corker menyampaikan, berbagai ketidaksiapan keamanan telah memicu masalah yang lebih besar.

Senator Ron Johnson mempertanyakan cara pemerintahan Obama menangani serangan tersebut. Namun Menteri Luar Negeri Hillary Clinton mengatakan saling menyalahkan tidak akan bermanfaat.

Hillary Clinton mengemukakan sebuah peringatan dengan mengatakan ancaman jihad kini sedang berkembang di seluruh Afrika Utara.

Rabu petang, Clinton akan bersaksi di depan Komisi Hubungan Luar Negeri DPR. Ini tampaknya akan menjadi kesaksian terakhir Clinton di depan Kongres sebelum ia meletakkan jabatan. Presiden Barack Obama telah mencalonkan Senator John Kerry dari Masschusetts untuk menggantikannya.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Diaspora Indonesia Selamat dari Tornado - Liputan Berita VOA

Amerika kembali dilanda bencana. Hari Senin kemarin, Amerika, tepatnya dekat Oklahoma city, negara bagian Oklahoma, diserang angin tornado yang menyapu bersih berbagai bangunan yang dilalui. Angin topan yang berkekuatan 320 km per jam itu menyebabkan 24 tewas termasuk termasuk anak-anak, bagaimana dengan warga Indonesia di wilayah itu? Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya