Sabtu, 25 Oktober 2014 Waktu UTC: 05:35

Berita / AS

Clinton: Serangan di Benghazi akibat Meluasnya Ancaman Jihad

Menlu AS Hillary Clinton memberi kesaksian tentang serangan atas konsulat AS di Benghazi, Libya di hadapan Komisi Hubungan Luar Negeri Senat untuk pertama kalinya.

Menlu AS Hillary Clinton memberi kesaksian serangan di Benghazi, Libya di hadapan Komisi Hubungan Luar Negeri Senat AS, Rabu (23/1).
Menlu AS Hillary Clinton memberi kesaksian serangan di Benghazi, Libya di hadapan Komisi Hubungan Luar Negeri Senat AS, Rabu (23/1).
Beberapa anggota Senat Amerika mengecam Menteri Luar Negeri Hillary Clinton atas caranya menangani serangan di kompleks diplomatik Amerika di Benghazi – Libya tahun lalu, dan memperingatkan kebijakan Amerika di Afrika Utara tidak mencukupi.

Menteri Luar Negeri Hillary Clinton memberi kesaksian di hadapan Komisi Hubungan Luar Negeri Senat untuk pertama kalinya tentang serangan 11 September 2012.

Diantara pengecam Clinton yang paling keras adalah John McCain yang pernah menjadi calon presiden dari partai Republik.

Sementara, Senator Bob Corker menyampaikan, berbagai ketidaksiapan keamanan telah memicu masalah yang lebih besar.

Senator Ron Johnson mempertanyakan cara pemerintahan Obama menangani serangan tersebut. Namun Menteri Luar Negeri Hillary Clinton mengatakan saling menyalahkan tidak akan bermanfaat.

Hillary Clinton mengemukakan sebuah peringatan dengan mengatakan ancaman jihad kini sedang berkembang di seluruh Afrika Utara.

Rabu petang, Clinton akan bersaksi di depan Komisi Hubungan Luar Negeri DPR. Ini tampaknya akan menjadi kesaksian terakhir Clinton di depan Kongres sebelum ia meletakkan jabatan. Presiden Barack Obama telah mencalonkan Senator John Kerry dari Masschusetts untuk menggantikannya.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook