Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 05:25

Berita / AS

Clinton ‘Sangat Prihatin’ Krisis Sandera di Aljazair

Menlu AS Hillary Clinton mendesak pemerintah Aljazair melakukan segala wewenangnya untuk menyelamatkan jiwa para sandera dalam operasi terhadap militan.

Menlu AS Hillary Clinton memberikan pernyataan tentang krisis penyanderaan ini Aljazair di Washington hari Jumat (18/1).
Menlu AS Hillary Clinton memberikan pernyataan tentang krisis penyanderaan ini Aljazair di Washington hari Jumat (18/1).
UKURAN HURUF - +
Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton mengatakan dia "sangat prihatin" tentang krisis penyanderaan sekarang ini Aljazair, dan meminta pemerintah Aljazair melakukan segala wewenangnya untuk menyelamatkan jiwa.

Clinton menyampaikan hal itu dalam konperensi pers Jumat, di Washington. Laporan baru dari media pemerintah Aljazair menyebutkan, paling sedikit 12 warga Aljazair dan warga asing  tewas setelah serangan yang dilancarkan oleh militer Aljazair. Pejabat Amerika mengukuhkan Jumat malam, seorang warga Amerika bernama Frederick Buttaccio adalah di antara yang tewas.

Dia juga mengatakan sangat penting bagi Amerika untuk "memperluas dan memperdalam" upaya kontra-terorisme dengan Aljazair dan semua negara di kawasan itu.

Sebelumnya, kantor berita Aljazair mengatakan hampir 100 orang asing yang disandera oleh militan Islam pada hari Rabu telah dibebaskan, sementara lebih 30 sandera lagi masih belum diketahui nasibnya.

Laporan hari Jumat, mengutip sumber keamanan tanpa menyebut namanya, mengatakan militan menyandera 132 warga asing dalam serangan mereka terhadap sebuah kompleks gas alam di bagian timur Aljazair Rabu.

Kantor berita itu melaporkan operasi penyelamatan terus dilakukan, dan bahwa pasukan khusus sedang bernegosiasi dengan militan yang masih menyandera sekelompok orang.

Belum ada pengukuhan dari negara-negara Barat mengenai laporan tersebut. Para sandera di lokasi itu diduga warganegara Amerika, Inggris, Jepang, Norwegia, Romania, Filipina, Perancis, Malaysia dan Austria.
Para pejabat  di Amerika, Inggris dan negara-negara lain menyatakan sedang mencari informasi mengenai perkembangan di fasilitas itu, sambil menyatakan menyesalkan Aljazair yang tidak memberitahu mereka sebelumnya mengenai operasi militer tersebut.

Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan kepada para wartawan hari Jumat bahwa ia menerima informasi perkembangan berita dari perdana menteri Aljazair.
Kantor berita APS sebelumnya melaporkan bahwa lebih dari 570 warga Aljazair telah dibebaskan dalam operasi militer. Tidak jelas apakah semua warga Aljazair itu disandera atau bersembunyi di dalam kompleks tersebut.

Gedung Putih hari Jumat menyatakan Presiden Obama menerima perkembangan berita secara teratur dari para pejabat keamanan mengenai situasi di Aljazair.

Menteri Pertahanan Leon Panetta di London dan bertemu Perdana Menteri Cameron hari Jumat. Para pejabat mengatakan mereka membahas Aljazair, Mali dan isu-isu lainnya. Dalam pidato di King’s College, London, Panetta mengatakan para teroris yang menyerang warga Amerika tidak akan punya tempat berlindung, di Aljazair, Afrika Utara, juga tempat-tempat lainnya.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Respon AS terhadap Konflik Rohingya - Liputan Berita VOA 21 Mei 2013

Seperti di tanah air, aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya juga mendapat perhatian dari pemerintah maupun sebagian rakyat Amerika Serikat. Presiden Barack Obama meminta pemerintah Burma yang juga dikenal sebagai Myanmar serius merespon serangan dan relokasi paksa warga Rohingya. Amerika berharap berbagai konflik etnis di negara yang baru berdemokrasi tersebut bisa segera diatasi. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang wanita mempersiapkan upacara tradisional Gwan-Rye di Seoul, Korea Selatan. Upacara ini diadakan bagi anak laki-laki dan perempuan yang menginjak usia 20 tahun, sebagai individu yang independen.
  • Sebuah balon udara jatuh ke tanah setelah bertabrakan dengan yang lain selama perjalanan di Cappadocia, Turki. Dua wisatawan Brazil tewas dan 23 orang lainnya terluka akibat tabrakan dua balon udara tersebut.
  • Perempuan dan anak-anak antri untuk mengambil air dari keran di sebuah kamp bagi para pengungsi di kota al-Mazraq, provinsi Hajja, Yaman barat laut.
  • Badai tornado (puting beliung) hampir menyentuh tanah di dekat South Haven, di negara bagian Kansas, AS.
  • Para fotografer bekerja selama sesi pemotretan untuk film "Blood Ties" di Festival Film Cannes ke-66 di Cannes, Prancis.
  • Seorang wanita mengenakan gaun dari bunga segar yang dirancang oleh desainer Zita Elze, berpose untuk difoto di sebuah taman pada pameran bunga Chelsea, di London, Inggris.
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (tengah) dan isterinya Ri Sol-ju saat berkunjung ke kamp anak-anak 'Pyongyang Myohyangsan' yang terletak di kaki Gunung Myohyang di Provinsi Phyongan Utara (foto courtesy: KCNA).
  • Pekerja mendorong sebuah rakit bambu besar, sementara yang lain mencoba membongkar bagian-bagian rakit bambu itu di Sittwe, negara bagian Rakhine, Burma.
  • Para pebalap sepeda naik tanjakan dalam etape ke-15 sepanjang 146 km, lomba balap sepeda Giro d'Italia di perbatasan Italia-Perancis.
  • Para anggota kelompok Castellers "Vila de Gracia" mulai membentuk menara manusia yang disebut "castell" di lingkungan Barcelona Gracia, di Catalonia, Spanyol.
Lainnya