Rabu, 01 Juni 2016 Waktu: 08:37

    Berita / Dunia

    Cegah Korupsi, India Luncurkan Bantuan Langsung Tunai

    Pemerintah India meluncurkan program bantuan langsung tunai untuk orang miskin untuk mencegah makelar dan korupsi anggaran.

    Distribusi makanan untuk warga miskin di India. (Foto: Dok)
    Distribusi makanan untuk warga miskin di India. (Foto: Dok)
    Pemerintah India akan mengucurkan miliaran dolar uang kesejahteraan sosial langsung pada orang miskin melalui program yang bertujuan menghilangkan makelar yang diyakini menyebabkan kecurangan dalam sistem.

    Sebelumnya, pegawai pemerintahan yang ditunjuk memberikan uang tunai pada orang miskin setelah dipotong, atau bahkan dimakan sendiri uangnya. Selain itu, mereka juga memberikan tanda terima palsu atau mendaftarkan orang-orang yang seharusnya tidak masuk kualifikasi.

    Program yang diresmikan Selasa (1/1) akan memberikan bantuan langsung tunai yang ditransfer ke rekening bank penerima, yang wajib membuktikan identitas mereka dengan data biometrik, seperti sidik jari atau pindai retina.

    Menteri Keuangan P. Chidambaram menyebut langkah ini “magis,” namun para kritik menuduh pemerintah terburu-buru mendorong sebuah program yang kompleks di negara dimana jutaan penduduk tidak memiliki akses terhadap listrik atau jalan beraspal, apalagi bank.

    Program tersebut mencontoh program Bolsa Familia di Brazil, yang telah membantu mengeluarkan lebih dari 19 juta orang dari kemiskinan sejak 2003. Program tersebut akan dimulai di 20 dari 640 distrik di negara tersebut Selasa, dengan lebih dari 200.000 penerima bantuan, dan akan secara progresif diperluas di daerah lain pada bulan-bulan mendatang, ujar Chidambaram pada Senin.

    “Dalam eksperimen besar seperti ini pasti ada kesalahan. Mungkin ada masalah di sana sini, namun hal tersebut akan diatasi oleh pegawai kami,” ujar Chidambaram.

    India memiliki 440 juta penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan. Saat ini, ratusan juta warga India tidak memiliki dokumen indentitas.

    Pada Senin, 208 aktivis dan akademisi menerbitkan surat terbuka yang menyatakan kekhawatiran bahwa pemerintah memaksa orang miskin ikut serta dalam program tersebut tanpa melindungi privasi mereka. Mereka juga khawatir pemerintah berencana mengganti sistem distribusi makanan untuk orang miskin, yang merupakan program terbesar di dunia untuk jenisnya. (AP/Muneeza Naqvi)

    Lihat Juga

    PBB: Jumlah Korban Tewas di Laut Tengah Naik Drastis Pekan Lalu

    Sekitar 880 migran dan pengungsi dilaporkan tewas ketika berupaya menyeberangi Laut Tengah selama pekan lalu. Selengkapnya

    Trump Kumpulkan $5,6 Juta untuk Kelompok Veteran AS

    Calon presiden Partai Republik Donald Trump mengatakan, sumbangan bernilai 5,6 juta dolar itu bisa bertambah dan “tidak satu dolarpun ” diambil sebagai biaya administratif. Selengkapnya

    Kerry Menuju Paris untuk Mulai Lagi Pembicaraan Timur Tengah

    Ada secercah harapan bagi perdamaian di Timur Tengah, dengan pernyataan Menteri Pertahanan baru Israel, Avigdor Lieberman yang mendukung solusi "dua negara untuk dua bangsa." Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

    Ikuti Kami