Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 08:32

Berita / Dunia / Afrika

Capres Kenya Coba Tunda Pengadilan Mahkamah Internasional

Calon presiden Kenya, Uhuru Kenyatta, mengupayakan penundaan sidang perkaranya atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.di Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC).

Wakil PM Kenya, Uhuru Kenyatta (kiri) dan anggota parlemen William Ruto didakwa melakukan kejahatan kemanusiaan oleh ICC (foto: dok).
Wakil PM Kenya, Uhuru Kenyatta (kiri) dan anggota parlemen William Ruto didakwa melakukan kejahatan kemanusiaan oleh ICC (foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Ia adalah satu diantara empat orang Kenya yang dituduh mengatur kekerasan etnis yang mematikan, menyusul hasil pemilu Kenya tahun 2007 yang disengketakan. Pengadilannya di Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) dijadwalkan mulai 11 April, lima minggu setelah rakyat Kenya memilih presiden dan parlemen baru.

Dalam sidang pra-peradilan di Den Haag hari Kamis, pengacara Kenyatta, Steven Kay, mengatakan tim pembela perlu waktu lebih banyak karena jaksa penuntut menghadirkan bukti baru pada saat-saat terakhir.

Kenyatta, mantan menteri keuangan, dianggap satu dari dua calon presiden teratas untuk pemilu 4 Maret bersama dengan Perdana Menteri Raila Odinga. Ia telah berulang kali membantah tuduhan ICC.

Calon wakilnya William Ruto juga akan disidangkan di ICC, beserta mantan sekretaris kabinet Francis Muthaura dan pengusaha radio Joshua Arap Sang.

Dalam sidang hari Kamis, pengacara Muthaura, Karim Ahmad Khan, mengatakan jaksa penuntut memanggil sejumlah saksi yang telah berbohong kepada pengadilan itu.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Respon AS terhadap Konflik Rohingya - Liputan Berita VOA 21 Mei 2013

Seperti di tanah air, aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya juga mendapat perhatian dari pemerintah maupun sebagian rakyat Amerika Serikat. Presiden Barack Obama meminta pemerintah Burma yang juga dikenal sebagai Myanmar serius merespon serangan dan relokasi paksa warga Rohingya. Amerika berharap berbagai konflik etnis di negara yang baru berdemokrasi tersebut bisa segera diatasi. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang wanita mempersiapkan upacara tradisional Gwan-Rye di Seoul, Korea Selatan. Upacara ini diadakan bagi anak laki-laki dan perempuan yang menginjak usia 20 tahun, sebagai individu yang independen.
  • Sebuah balon udara jatuh ke tanah setelah bertabrakan dengan yang lain selama perjalanan di Cappadocia, Turki. Dua wisatawan Brazil tewas dan 23 orang lainnya terluka akibat tabrakan dua balon udara tersebut.
  • Perempuan dan anak-anak antri untuk mengambil air dari keran di sebuah kamp bagi para pengungsi di kota al-Mazraq, provinsi Hajja, Yaman barat laut.
  • Badai tornado (puting beliung) hampir menyentuh tanah di dekat South Haven, di negara bagian Kansas, AS.
  • Para fotografer bekerja selama sesi pemotretan untuk film "Blood Ties" di Festival Film Cannes ke-66 di Cannes, Prancis.
  • Seorang wanita mengenakan gaun dari bunga segar yang dirancang oleh desainer Zita Elze, berpose untuk difoto di sebuah taman pada pameran bunga Chelsea, di London, Inggris.
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (tengah) dan isterinya Ri Sol-ju saat berkunjung ke kamp anak-anak 'Pyongyang Myohyangsan' yang terletak di kaki Gunung Myohyang di Provinsi Phyongan Utara (foto courtesy: KCNA).
  • Pekerja mendorong sebuah rakit bambu besar, sementara yang lain mencoba membongkar bagian-bagian rakit bambu itu di Sittwe, negara bagian Rakhine, Burma.
  • Para pebalap sepeda naik tanjakan dalam etape ke-15 sepanjang 146 km, lomba balap sepeda Giro d'Italia di perbatasan Italia-Perancis.
  • Para anggota kelompok Castellers "Vila de Gracia" mulai membentuk menara manusia yang disebut "castell" di lingkungan Barcelona Gracia, di Catalonia, Spanyol.
Lainnya