Minggu, 20 April 2014 Waktu UTC: 15:52

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Burma ikut dalam Latihan Militer 7 Negara di Thailand

Angkatan bersenjata Burma untuk pertama kalinya ikut dalam latihan militer yang dipimpin AS di Thailand yang bertujuan bertukar pengetahuan militer dan memperkuat kerjasama regional.

Militer AS mengadakan latihan militer multi nasional  "Cobra Gold" setiap tahunnya di Thailand. Tahun ini untuk pertama kalinya Birma ikut dalam pelatihan ini.
Militer AS mengadakan latihan militer multi nasional "Cobra Gold" setiap tahunnya di Thailand. Tahun ini untuk pertama kalinya Birma ikut dalam pelatihan ini.
UKURAN HURUF - +
Daniel Schearf
— Dikenal dengan nama "Cobra Gold," latihan ini merupakan latihan militer multi-nasional tahunan terbesar di Asia, dan Amerika berharap ikutnya Burma akan mendorong profesionalisme dalam Angkatan bersenjatanya..

Latihan militer tahunan yang dipimpin Amerika mempertemukan ketujuh negara untuk bertukar pengetahuan militer dan memperkuat kerjasama regional.

Para peserta latihan militer antara lain dari Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia dan Singapura. Negara-negara lainnya mengirim wakilnya mengamati sejumlah latihan untuk pertama kalinya antara lain dua perwira militer Burma.

Tuan rumah Thailand mengundang Burma. Manuver latihan gabungan meliputi serangan amfibi bersama jet tempur, helikopter dan kapal-kapal serta latihan evakuasi, pelatihan perang di hutan dan latihan menggunakan peluru tajam.

Juru bicara Kedutaan Besar Amerika Kristin Kneedler mengatakan ikutnya Burma dalam latihan 10 hari akan terbatas, tetapi Amerika mendukung hal itu, yang menurutnya cukup penting.

“Burma akan mengamati proses perencanaan staf dan latihan bagian medis dalam latihan Cobra Gold tahun ini. Amerika mengupayakan berbagai pendekatan pemerintah untuk memajukan reformasi di Burma. Termasuk melibatkan militer Burma sebagai pihak penting dalam proses reformasi itu,” kata Kneedler.

Militer Burma menjalankan pemerintahan selama beberapa dekade, menumpas demokrasi, menghancurkan ekonomi, dan melakuan pelanggaran HAM yang luas.

Namun pada tahun 2010, militer Burma melakukan pemilu untuk pertama kalinya dalam 20 tahun sebagai bagian dari rencana militer yang disebut "peta jalan menuju demokrasi."

Militer Burma secara kontroversial mengesampingkan pihak oposisi utama, Liga Nasional untuk Demokrasi, dan membuat sebuah partai yang didukung militer berkuasa.

Tapi Presiden Thein Sein, mantan jenderal, mengejutkan para pengecamnya dengan melakukan serangkaian reformasi politik dan ekonomi yang dramatis.

Amerika dan negara-negara lain menanggapinya dengan menangguhkan sebagian besar sanksi ekonomi dan terlibat dalam dialog tingkat tinggi.

Presiden Barack Obama bulan November menjadi Presiden Amerika pertama yang berkunjung ke Burma.

Militer Burma masih dikecam oleh kelompok HAM atas pelanggaran-pelanggaran dan penggunaan kekerasan berlebihan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook