Jumat, 31 Oktober 2014 Waktu UTC: 15:00

Berita / Indonesia

Bali Jadi Pasar Potensial bagi Sindikat Narkoba Internasional

Sebagai salah tempat tujuan pariwisata terbaik di dunia, Bali kini dikhawatirkan menjadi pasar potensial peredaran gelap narkoba oleh sindikat internasional.

Seorang perempuan warga negara Inggris tertangkap menyelundupkan kokain di bandara Ngurha Rai, Denpasar (foto: Muliartha).
Seorang perempuan warga negara Inggris tertangkap menyelundupkan kokain di bandara Ngurha Rai, Denpasar (foto: Muliartha).
Muliartha
Bali kini telah menjadi pasar potensial bagi perdagangan gelap narkoba oleh para sindikat narkoba internasional. Kondisi tersebut dibuktikan dengan tertangkapnya anggota sindikat narkoba internasional yang mencoba menyelundupkan narkoba ke Bali dalam jumlah besar.

Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Narkotika Provinsi Bali I Gusti Ketut Budiartha pada keteranganya di Denpasar pada Minggu Petang. Budiartha mengungkapkan Bali menjadi pasar potensial perdagangan gelap narkoba oleh sindikat narkoba internasional karena Bali merupakan daerah strategis dan cukup dikenal di dunia sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di dunia.

Menurut Budiartha, Bali tidak hanya menjadi pasar potensial perdagangan gelap narkoba, tetapi juga beberapa anggota sindikat narkoba internasional tinggal di Bali dan melakukan kejahatan pencucian uang dari bisnis gelap narkoba

“Pencucian uang dari uang hasil kejahatan narkoba bisa untuk membeli property di Bali, bisa untuk berwisata dan lain sebagainya,banyak lagi dampak yang ditimbulkan, ada yang diselidiki kearah itu,” papar Budiartha.

Sedangkan Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Bali Ketut Karyasa Adnyana menyatakan pemerintah provinsi Bali harus membuat langkah serius dalam menanggulangi peredaran narkoba. Apalagi dalam menghadapi jaringan narkoba lintas negara yang bekerja secara rapi.

“Kalau ini kan namanya jaringan internasional tentu memiliki manajemen yang sangat bagus, pendanaan yang sangat bagus dan jaringan yang sangat bagus, tentu ini tidak bisa pemerintah provinsi Bali sendiri yang menangani, karena ini lintas negara, tentu negara terlibat juga,” ungkap Adnyana.

Sementara, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan perlu adanya deteksi yang lebih intensif untuk menangkal masuknya peredaran narkoba dalam jumlah besar ke Bali yang dilakukan oleh para sindikat narkoba internasional.

“Deteksi yang lebih intensif, untuk di bandara sudah berkali-kali ditangkap dan sebagainya, untuk melawan sindikat harus tetapi itu tidak gampang, yang paling manjur adalah jangan pakai narkoba, kalau pasarnya sudah tidak ada dia akan mati sendiri, karena dia hidup dari pasar,” ungkap Mangku Pastika.

Berdasarkan data Badan Narkotika Provinsi Bali secara rata-rata nilai transaksi narkoba di Bali setiap tahunnya mencapai lebih dari Rp. 2 triliun. Dengan jenis narkoba yang paling banyak di konsumsi di Bali yaitu jenis shabu-shabu.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook