Minggu, 26 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 01:31

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Ayah Korban Pemerkosaan India Ingin Publikasikan Nama Putrinya

Sang ayah mengatakan bangga terhadap putrinya dan berharap hal tersebut akan memberikan keberanian bagi perempuan lain yang menjadi korban pemerkosaan.

Para pelajar sekolah di India melakukan doa bersama bagi korban pemerkosaan di New Delhi.
Para pelajar sekolah di India melakukan doa bersama bagi korban pemerkosaan di New Delhi.
UKURAN HURUF - +
Ayah seorang perempuan India yang diperkosa beramai-ramai secara brutal dan kemudian tewas akibat luka-lukanya yang parah mengatakan, ia ingin mengungkapkan nama anaknya untuk mendorong keberanian para korban kejahatan seksual lainnya.
Sang ayah mengatakan kepada surat kabar Inggris Sunday People bahwa putrinya tidak melakukan kesalahan apapun dan bahwa anaknya meninggal sewaktu berusaha membela diri.

Ia mengatakan bangga terhadap putrinya itu dan bahwa dengan mengungkapkan nama anaknya, ia berharap hal tersebut akan memberikan keberanian bagi perempuan-perempuan lain yang juga mengalami serangan serupa.

Selain banyak protes di India menentang kejahatan mengerikan itu, muncul seruan masyarakat untuk mengungkap identitas perempuan berusia 23 tahun itu, termasuk usul untuk menjadikan namanya sebagai nama undang-undang antiperkosaan yang baru.

Namun, undang-undang India melarang pengungkapan nama korban kejahatan seksual dengan maksud untuk melindungi mereka dari stigma sosial terkait dengan pemerkosaan. Sebegitu jauh, pihak berwenang telah mengajukan gugatan terhadap satu media, Zee TV, yang menayangkan wawancara dengan teman lelaki yang bersama korban sewaktu serangan terjadi. Mereka mengatakan wawancara itu dapat menjurus pada pengungkapan identitas korban.

Dalam wawancara tersebut, sang teman menuduh polisi di New Delhi menyia-nyiakan waktu untuk berdebat mengenai pihak yang berwenang di daerah itu dan kemudian membawa kedua korban bukan ke rumah sakit terdekat. Ini berlangsung hampir setengah jam sebelum ada orang yang berhenti dan membantu kedua korban setelah mereka dicampakkan dalam keadaan tanpa busana dan mengalami pendarahan di tepi jalan.

Komisaris Gabungan Kepolisian Delhi, Vivek Gogia, membela soal kecepatan polisi menanggapi kejadian itu, dengan mengatakan kepada wartawan bahwa polisi perlu waktu kurang dari 30 menit untuk membawa kedua korban ke rumah sakit setelah menerima permintaan tolong.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: wiwik tjatur dari: Semarang
07.01.2013 06:05
rape-free, no need to be punished

 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya