Rabu, 23 April 2014 Waktu UTC: 15:12

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Ayah Korban Pemerkosaan India Ingin Publikasikan Nama Putrinya

Sang ayah mengatakan bangga terhadap putrinya dan berharap hal tersebut akan memberikan keberanian bagi perempuan lain yang menjadi korban pemerkosaan.

Para pelajar sekolah di India melakukan doa bersama bagi korban pemerkosaan di New Delhi.
Para pelajar sekolah di India melakukan doa bersama bagi korban pemerkosaan di New Delhi.
UKURAN HURUF - +
Ayah seorang perempuan India yang diperkosa beramai-ramai secara brutal dan kemudian tewas akibat luka-lukanya yang parah mengatakan, ia ingin mengungkapkan nama anaknya untuk mendorong keberanian para korban kejahatan seksual lainnya.
Sang ayah mengatakan kepada surat kabar Inggris Sunday People bahwa putrinya tidak melakukan kesalahan apapun dan bahwa anaknya meninggal sewaktu berusaha membela diri.

Ia mengatakan bangga terhadap putrinya itu dan bahwa dengan mengungkapkan nama anaknya, ia berharap hal tersebut akan memberikan keberanian bagi perempuan-perempuan lain yang juga mengalami serangan serupa.

Selain banyak protes di India menentang kejahatan mengerikan itu, muncul seruan masyarakat untuk mengungkap identitas perempuan berusia 23 tahun itu, termasuk usul untuk menjadikan namanya sebagai nama undang-undang antiperkosaan yang baru.

Namun, undang-undang India melarang pengungkapan nama korban kejahatan seksual dengan maksud untuk melindungi mereka dari stigma sosial terkait dengan pemerkosaan. Sebegitu jauh, pihak berwenang telah mengajukan gugatan terhadap satu media, Zee TV, yang menayangkan wawancara dengan teman lelaki yang bersama korban sewaktu serangan terjadi. Mereka mengatakan wawancara itu dapat menjurus pada pengungkapan identitas korban.

Dalam wawancara tersebut, sang teman menuduh polisi di New Delhi menyia-nyiakan waktu untuk berdebat mengenai pihak yang berwenang di daerah itu dan kemudian membawa kedua korban bukan ke rumah sakit terdekat. Ini berlangsung hampir setengah jam sebelum ada orang yang berhenti dan membantu kedua korban setelah mereka dicampakkan dalam keadaan tanpa busana dan mengalami pendarahan di tepi jalan.

Komisaris Gabungan Kepolisian Delhi, Vivek Gogia, membela soal kecepatan polisi menanggapi kejadian itu, dengan mengatakan kepada wartawan bahwa polisi perlu waktu kurang dari 30 menit untuk membawa kedua korban ke rumah sakit setelah menerima permintaan tolong.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: wiwik tjatur dari: Semarang
07.01.2013 11:05
rape-free, no need to be punished

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook