Selasa, 16 September 2014 Waktu UTC: 09:25

Berita / Dunia / Asia Pasifik

ASEAN Mulai Pembicaraan di Phnom Penh, Kamboja

Para pemimpin Asia Tengara telah memulai pembicaraan yang akan membahas sengketa wilayah, deklarasi terkait HAM, kerjasama ekonomi dan kerusuhan maut antar-etnik di Burma.

Para pemimpin negara ASEAN termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (ketiga dari kanan), berfoto bersama pasca peandatanganan deklarasi HAM ASEAN dalam Pertemuan Tahunan ke-21 ASEAN di Phnom Penh, Kamboja (18/11).
Para pemimpin negara ASEAN termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (ketiga dari kanan), berfoto bersama pasca peandatanganan deklarasi HAM ASEAN dalam Pertemuan Tahunan ke-21 ASEAN di Phnom Penh, Kamboja (18/11).
Pertemuan puncak tahunan ASEAN itu dimulai hari Minggu di ibukota Kamboja Phnom Penh, dimana para pemimpin 10 negara blok ASEAN diperkirakan akan menampilkan front persatuan menentang klaim wilayah Tiongkok di Laut China Selatan. Beijing meng-klaim hampir seluruh kawasan yang kaya sumber-daya alam itu dengan tidak mengindahkan  klaim Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunai dan Taiwan.

Para pemimpin ASEAN menyepakati deklarasi yang tidak mengikat hari Minggu yang mereka katakan akan menjamin perlindungan hak azasi manusia bagi penduduk kawasan itu. Namun, kelompok-kelompok hak azasi mengatakan deklarasi itu masih memuat kelemahan yang dapat memungkinkan pemerintah otoriter seperti di Vietnam dan Laos untuk menghindari persetujuan tersebut.

Juga termasuk agenda utama KTT ASEAN itu adalah kekerasan berdarah antara kaum Buddha Rakhine Burma dan Muslim Rohingya, yang telah mengungsikan lebih dari 22 ribu orang sejak Juni.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook