Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 09:49

Berita / AS

AS Serukan Indonesia Cabut Larangan Impor Daging Sapi

Dalam jumpa pers di Singapura, Ron Kirk menegaskan tidak ada alasan untuk mencemaskan penyebaran internasional penyakit sapi gila setelah ditemukannya seekor sapi yang mengidap penyakit itu di California hari Senin (23/4) lalu.

Wakil Perdagangan AS Ron Kirk memberikan ceramah mengenai kebijakan perdagangan AS untuk Kawasan Asia Pasifik di Universitas Manajemen Singapura (26/4).
Wakil Perdagangan AS Ron Kirk memberikan ceramah mengenai kebijakan perdagangan AS untuk Kawasan Asia Pasifik di Universitas Manajemen Singapura (26/4).
UKURAN HURUF - +
Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan hari Kamis menegaskan bahwa Indonesia menghentikan impor tepung tulang, jerohan, dan daging bertulang dari Amerika, setelah Washington mengumumkan ditemukannya kasus penyakit sapi gila, yang pertama dalam enam tahun.

Heriawan menambahkan, daging tanpa tulang tetap boleh diimpor, dan ia tidak tahu berapa lama larangan impor itu berlaku.

Tahun lalu Indonesia mengimpor 100.000 ton daging sapi dari seluruh dunia. Menurut Federasi Ekspor Daging Amerika, Amerika mengekspor 18.000 ton daging ke Indonesia.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: David L
26.04.2012 18:25
Sudah saatnya Indonesia impor sapi dr luar, karena harganya sdh keterlaluan mahal, dan perdangangan sapi di indon dikuasai oleh kartel2 yg menginginkan supaya harganya tetap mahal, hanya orang kaya yg bisa makan daging sapi di indon

 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Respon AS terhadap Konflik Rohingya - Liputan Berita VOA

Seperti di tanah air, aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya juga mendapat perhatian dari pemerintah maupun sebagian rakyat Amerika Serikat. Presiden Barack Obama meminta pemerintah Burma yang juga dikenal sebagai Myanmar serius merespon serangan dan relokasi paksa warga Rohingya. Amerika berharap berbagai konflik etnis di negara yang baru berdemokrasi tersebut bisa segera diatasi. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang wanita mempersiapkan upacara tradisional Gwan-Rye di Seoul, Korea Selatan. Upacara ini diadakan bagi anak laki-laki dan perempuan yang menginjak usia 20 tahun, sebagai individu yang independen.
  • Sebuah balon udara jatuh ke tanah setelah bertabrakan dengan yang lain selama perjalanan di Cappadocia, Turki. Dua wisatawan Brazil tewas dan 23 orang lainnya terluka akibat tabrakan dua balon udara tersebut.
  • Perempuan dan anak-anak antri untuk mengambil air dari keran di sebuah kamp bagi para pengungsi di kota al-Mazraq, provinsi Hajja, Yaman barat laut.
  • Badai tornado (puting beliung) hampir menyentuh tanah di dekat South Haven, di negara bagian Kansas, AS.
  • Para fotografer bekerja selama sesi pemotretan untuk film "Blood Ties" di Festival Film Cannes ke-66 di Cannes, Prancis.
  • Seorang wanita mengenakan gaun dari bunga segar yang dirancang oleh desainer Zita Elze, berpose untuk difoto di sebuah taman pada pameran bunga Chelsea, di London, Inggris.
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (tengah) dan isterinya Ri Sol-ju saat berkunjung ke kamp anak-anak 'Pyongyang Myohyangsan' yang terletak di kaki Gunung Myohyang di Provinsi Phyongan Utara (foto courtesy: KCNA).
  • Pekerja mendorong sebuah rakit bambu besar, sementara yang lain mencoba membongkar bagian-bagian rakit bambu itu di Sittwe, negara bagian Rakhine, Burma.
  • Para pebalap sepeda naik tanjakan dalam etape ke-15 sepanjang 146 km, lomba balap sepeda Giro d'Italia di perbatasan Italia-Perancis.
  • Para anggota kelompok Castellers "Vila de Gracia" mulai membentuk menara manusia yang disebut "castell" di lingkungan Barcelona Gracia, di Catalonia, Spanyol.
Lainnya