Sabtu, 28 Mei 2016 Waktu: 12:53

    Berita / AS

    AS Serukan Indonesia Cabut Larangan Impor Daging Sapi

    Dalam jumpa pers di Singapura, Ron Kirk menegaskan tidak ada alasan untuk mencemaskan penyebaran internasional penyakit sapi gila setelah ditemukannya seekor sapi yang mengidap penyakit itu di California hari Senin (23/4) lalu.

    Wakil Perdagangan AS Ron Kirk memberikan ceramah mengenai kebijakan perdagangan AS untuk Kawasan Asia Pasifik di Universitas Manajemen Singapura (26/4).
    Wakil Perdagangan AS Ron Kirk memberikan ceramah mengenai kebijakan perdagangan AS untuk Kawasan Asia Pasifik di Universitas Manajemen Singapura (26/4).
    Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan hari Kamis menegaskan bahwa Indonesia menghentikan impor tepung tulang, jerohan, dan daging bertulang dari Amerika, setelah Washington mengumumkan ditemukannya kasus penyakit sapi gila, yang pertama dalam enam tahun.

    Heriawan menambahkan, daging tanpa tulang tetap boleh diimpor, dan ia tidak tahu berapa lama larangan impor itu berlaku.

    Tahun lalu Indonesia mengimpor 100.000 ton daging sapi dari seluruh dunia. Menurut Federasi Ekspor Daging Amerika, Amerika mengekspor 18.000 ton daging ke Indonesia.

    Lihat Juga

    Mayoritas Warga AS Peroleh Berita Lewat Media Sosial

    Untuk pertama kali dalam survei pendapat umum, mayoritas rakyat Amerika mengatakan mereka sekarang memperoleh berita melalui media sosial. Selengkapnya

    23 Atlet Olimpiade 2012 Positif Gunakan Doping

    IOC mengatakan, 23 atlet di tes positif menggunakan doping dalam analisa-ulang sampel dari Olimpiade London tahun 2012. Selengkapnya

    Trump Bicara dalam Rally Sepeda Motor di Washington

    Donald Trump akan berada di Washington DC hari Minggu (29/5) untuk menyatakan dukungannya pada acara tahunan reli sepeda-motor besar yang disebut 'Rolling Thunder'. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Urutan Komentar
    Komentar-komentar
         
    oleh: David L
    27.04.2012 05:25
    Sudah saatnya Indonesia impor sapi dr luar, karena harganya sdh keterlaluan mahal, dan perdangangan sapi di indon dikuasai oleh kartel2 yg menginginkan supaya harganya tetap mahal, hanya orang kaya yg bisa makan daging sapi di indon

    Ikuti Kami