Jumat, 27 Mei 2016 Waktu: 23:09

    Berita / AS

    AS Ungkap Kriteria Hukuman Bagi Warga yang Terlibat Terorisme

    Sebagian anggota Kongres AS, para pakar hukum dan kaum pembela kebebasan sipil mengecam kebijakan Pemerintah yang dinilai sebagai menjatuhkan hukuman mati terhadap warga AS tanpa peradilan yang adil.

    Sebagian anggota Kongres AS, para pakar hukum dan kaum pembela kebebasan sipil mengecam kebijakan Pemerintah terkait serangan pesawat tak-berawak bagi warga AS yang terlibat terorisme (Foto: dok).
    Sebagian anggota Kongres AS, para pakar hukum dan kaum pembela kebebasan sipil mengecam kebijakan Pemerintah terkait serangan pesawat tak-berawak bagi warga AS yang terlibat terorisme (Foto: dok).
    Seorang pejabat tinggi pemerintah Amerika mengatakan Presiden Barack Obama telah memerintahkan Departemen kehakiman menyerahkan dokumen hukum rahasia yang membenarkan serangan pesawat tak-berawak terhadap warga Amerika di luar negeri yang dicurigai terlibat dalam terorisme.

    Pejabat itu mengatakan dokumen tersebut akan diserahkan kepada dua komisi intelijen Kongres.

    Sebelas orang Senator Amerika sebelumnya menuntut untuk melihat pendapat hukum itu setelah memo Departemen Kehakiman yang bocor hari Selasa (5/2) memperluas alasan menyerang tersangka teroris.

    Pemerintah sebelumnya membenarkan serangan demikian kalau serangan teroris diyakini bakal terjadi. Tetapi, memo yang dibocorkan itu mengatakan seorang warga Amerika mungkin juga dapat dijadikan sasaran pembunuhan kalau tersangkut dalam rencana teror yang sedang berjalan, dan kalau para pejabat menentukan bahwa menangkap tersangka tidak memungkinkan.

    Sebagian anggota Kongres Amerika, para pakar hukum dan kaum pembela kebebasan sipil  mengecam kebijakan itu sebagai menjatuhkan hukuman mati terhadap warga Amerika tanpa peradilan yang adil.

    Pemerintahan Obama telah membela kebijakan itu sejak dua serangan terpisah oleh pesawat tak-berawak menewaskan tiga orang warga Amerika di Yaman tahun 2011.

    Para Senator diperkirakan akan menanyai John Brennan, pilihan Presiden Obama untuk memimpin CIA, mengenai kebijakan pesawat tak berawak dalam sidang pengukuhan hari ini.

    Brennan saat ini penasehat kontra-terorisme Obama dan pendukung kuat kebijakan anti-teror pemerintah. Ia mengatakan cara pasukan Amerika menggunakan pesawat tak berawak di luar negeri adalah legal, ethis dan sangat ampuh. Presiden Obama telah mengatakan prestasi kontra-terosime Brennan telah mempersulit al-Qaida merencanakan serangan terhadap Amerika Serikat.

    Lihat Juga

    Laporan PBB: Tidak Ada Pelanggaran Kesepakatan Nuklir Iran

    perkembangan terbaru Badan Energi Atom Internasional juga mengatakan Iran telah memperbaiki satu pelanggaran yang dicatat pada bulan Februari dengan mengurangi passkan air berat ke batas yang diizinkan, yaitu 143,3 ton atau di bawahnya. Selengkapnya

    Wartawan Australia Dipecat Setelah Upaya Penculikan di Lebanon

    Stephen Rice, produser program 60 Minutes Australia, membayar jasa pemulangan anak untuk menculik anak-anak itu dari ayah mereka setelah ibu mereka mengatakan dia membawa anak-anak itu berlibur tahun lalu dan tidak memulangkan mereka. Selengkapnya

    India: Mahasiswa Nigeria, Korban Terbaru Kekerasan Terhadap Warga Afrika

    Seorang mahasiswa Nigeria diserang dengan tongkat besi di India Selatan, Kamis (26/6), hampir seminggu setelah seorang mahasiswa Kongo dipukuli sampai mati di New Delhi. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

    Ikuti Kami