Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 02:45

Berita / AS

AS Tangkap 245 Tersangka Jaringan Pornografi Anak Global

Agen-agen federal Amerika telah menangkap 245 tersangka dalam investigasi internasional pornografi anak.

Anak-anak di Filipina membawa poster bertuliskan slogan anti pornografi anak-anak. (Foto: Dok)
Anak-anak di Filipina membawa poster bertuliskan slogan anti pornografi anak-anak. (Foto: Dok)
UKURAN HURUF - +
Kepala Badan Penegakan  Bea Cukai dan Imigrasi Amerika (ICE), John Morton, Kamis (3/1), mengatakan bahwa pihak berwenang telah menangkap 245 tersangka dalam investigasi internasional pornografi anak. Ia menambahkan bahwa pihak berwenang juga menyelamatkan 123 anak yang menjadi korban pelecehan seksual, sebagian masih berusia tiga tahun.

Dalam penyelidikan lima minggu yang berakhir Desember, Morton mengatakan ICE dan pihak berwenang lokal menemukan 110 korban di 19 negara bagian AS dan sisanya di enam negara lain.

Ia tidak menyebutkan secara detil negara mana yang terlibat, hanya mengatakan bahwa beberapa kasus ditemukan di Meksiko.

Morton menyebut eksploitasi anak adalah kejahatan paling keji. Menurutnya, perjuangan tak henti-hentinya melawan kejahatan semacam itu adalah satu-satunya cara dan ia mengatakan lembaga yang dipimpinnya akan melakukan segala yang bisa dilakukannya untuk menyelamatkan para korban dan menuntut para pelaku.

Morton tidak banyak merinci investigasi yang disebut "Operasi Bunga Matahari" itu atau negara-negara lain yang terlibat.

“Realita yang mengerikan adalah bahwa eksploitasi anak secara online merupakan salah satu bagian yang sangat nyata dalam kehidupan modern kita. Hal ini sekarang terjadi di seluruh dunia pada skala besar,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa eksploitasi anak harus diberantas tanpa henti dan secara bersama-sama.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Laporan Terkini Tornado dan Nasib WNI di Oklahoma - Liputan Berita VOA 22 Mei 2013

Tim VOA melaporkan pencarian aparat terhadap korban angin tornado di reruntuhan gedung dan rumah-rumah di kota Moore, Oklahoma. 10 warga dan diaspora Indonesia di kota tersebut mengungsi ke lokasi yang aman, sementara belasan mahasiswa Indonesia di Oklahoma mewaspadai kembali terjadinya tornado.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya