Kamis, 26 Mei 2016 Waktu: 11:41

    Berita / AS

    AS Gelar Strategi Baru Hadapi Ancaman Pencurian Cyber

    Amerika Serikat mengungkapkan sebuah strategi baru untuk mengonter peningkatan dramatis ancaman dari para peretas dan mata-mata cyber.

    Salah satu situs komisi pemerintah AS yang diretas oleh kelompok Anonymous. (Foto: Dok)
    Salah satu situs komisi pemerintah AS yang diretas oleh kelompok Anonymous. (Foto: Dok)
    Jaksa Agung Amerika Eric Holder membantu menjabarkan pendekatan baru itu pada sebuah konperensi pers, Rabu (20/2), dengan memperingatkan bahwa teknologi yang meningkat mempermudah individu-individu dan negara-negara lain dalam menyerang Amerika.

    Holder mengatakan Departemen Kehakiman memerangi hal itu secara agresif dengan bekerjasama dengan berbagai negara bagian dan lembaga pemerintah untuk melacak dan memproses secara hukum mereka yang terlibat dalam pencurian cyber dan spionase cyber.  Holder juga menyerukan peningkatan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan swasta.

    Strategi baru itu juga akan memberlakukan penggunaan sanksi denda dan perdagangan terhadap individu dan negara-negara yang menarget rahasia-rahasia perdagangan Amerika.  Beberapa legislator Amerika memperkirakan, perusahaan-perusahaan Amerika merugi  lebih dari US$300 miliar tahun lalu akibat pencurian rahasia perdagangan, dimana kebanyakan pencurian itu akibat peretasan mata-mata cyber Tiongkok.

    Perkiraan itu muncul satu hari setelah perusahaan keamanan cyber yang berbasis di Amerika merilis laporan yang mengaitkan unit militer rahasia Tiongkok dengan serangan cyber bertahun-tahun terhadap perusahaan-perusahaan Amerika.  Mandiant mengatakan kelompok peretas Tiongkok itu melangsungkan hampir 150 serangan dalam skala luas dan umumnya terhadap sasaran-sasaran di Amerika sejak 2006. Kementerian pertahanan Tiongkok, Rabu, mengecam laporan Mandiant itu dengan mengatakan laporan itu tidak berdasar dan kurang bukti teknis.

    Lihat Juga

    Deplu AS Salahkan Clinton karena Gunakan Email Pribadi

    Deplu AS menilai Hillary Clinton dan beberapa Menlu AS sebelumnya salah, karena tidak mengikuti pedoman untuk menghindari resiko keamanan dunia maya. Selengkapnya

    Pemerintah Keluarkan Perppu Pemberatan Hukuman Kekerasan Seksual terhadap Anak

    Mengantisipasi maraknya kekerasan seksual terhadap anak, Presiden Jokowi Rabu siang (25/5) mengeluarkan Perppu baru yang disertai pemberatan hukuman, antara lain kebiri dan pemasangan alat deteksi elektronik. Selengkapnya

    Obama-Abe Bahas Pangkalan Militer AS di Jepang

    Selain berkunjung ke Hiroshima dalam lawatan di Jepang, Presiden Barack Obama juga akan membahas berbagai isu terkait hubungan AS-Jepang, termasuk pangkalan militer AS di sana. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

    Ikuti Kami