Sabtu, 25 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 17:25

Berita / AS

AS: Deklarasi HAM ASEAN Tidak Penuhi Standar Internasional

Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan hari Selasa (22/11) keprihatinan mereka yang mendalam terkait deklarasi HAM ASEAN karena dianggap berpotensi mengikis prinsip-prinsip Deklarasi HAM Universal (UDHR) PBB.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland, menyatakan keprihatinan mendalam terkait deklarasi HAM ASEAN yang dianggap berpotensi mengikis nilai-nilai dalam Deklarasi Ham Universal (UDHR) PBB.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland, menyatakan keprihatinan mendalam terkait deklarasi HAM ASEAN yang dianggap berpotensi mengikis nilai-nilai dalam Deklarasi Ham Universal (UDHR) PBB.
UKURAN HURUF - +
Amerika Serikat mengingatkan bahwa deklarasi HAM Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) yang disetujui baru-baru ini tidak memenuhi standar internasional dan dapat disalah-gunakan oleh pemerintah-pemerintah yang menindas di kawasan itu.

Para pemimpin Asia Tenggara hari Minggu (18/11) menyepakati deklarasi tidak mengikat dengan tujuan memberi jaminan perlindungan bagi sekitar 600 juta orang yang tinggal di blok kawasan 10 negara itu.

Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan menyebut persetujuan itu suatu perkembangan besar, dan mengatakan negara-negara di kawasan itu kini telah memberikan komitmen mereka dengan standar tertinggi.

Namun Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan hari Selasa (22/11) keprihatinan mereka yang mendalam terkait deklarasi tersebut, karena dianggap berpotensi melemahkan dan mengikis prinsip-prinsip yang ada dalam Deklarasi HAM Universal (UDHR) PBB.

Jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika Victoria Nuland menentang penggunaan “’relativisme kebudayaan’ yang tersirat dalam deklarasi tersebut, yang menyatakan bahwa hak-hak dalam UDHR tidak berlaku di semua tempat.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya