Minggu, 31 Agustus 2014 Waktu UTC: 08:15

AS Berikan Bantuan untuk Manajemen Pendidikan Tinggi Indonesia

Kerjasama pendidikan antara Amerika Serikat dan Indonesia semakin erat, lewat pendanaan untuk Perguruan Tinggi sebesar 19 juta dolar AS, serta pertukaran pengalaman dan kepemimpinan dalam institusi pendidikan tinggi.

Dari kiri: Direktur USAID Jakarta Glenn Anders, Deputi Menko Kesra Agus Sartono, dan Direktur Program Pendidikan USAID Margaret Sancho (27/1).
Dari kiri: Direktur USAID Jakarta Glenn Anders, Deputi Menko Kesra Agus Sartono, dan Direktur Program Pendidikan USAID Margaret Sancho (27/1).

Multimedia

Audio
  • http://media.voanews.com/audio/01+27+12+AS+Berikan+Bantuan+Teknis+dan+Dana+untuk+Manajemen+Pendidikan+Tinggi+.mp3

Wella Sherlita

Jumlah total investasi Amerika Serikat di bidang pendidikan tinggi ini mencapai 19 juta dolar Amerika, untuk lima tahun ke depan. Badan Amerika Serikat untuk Pembangunan Internasional (USAID) telah merancang program Kepemimpinan dan Manajemen Pendidikan Tinggi (Higher Education Leadership and Management – HELM Program).

Tujuannya untuk membantu Indonesia mengembangkan lembaga pendidikan tinggi kelas dunia, sekaligus menyiapkan mahasiswa menjadi pemimpin yang handal.

Kepada pers di Jakarta, Jumat, Deputi Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Bidang Pendidikan dan Agama, Profesor Agus Sartono, menjelaskan Indonesia tidak akan mulai dari nol, karena program ini sudah dimulai lima tahun lalu.

Agus Sartono mengatakan, “Ini kesempatan yang baik. Kami sudah mengundang 25-50 universitas tapi mudah-mudahan semua universitas di Indonesia akan bergabung dalam program HELM ini. Kalau tidak, masyarakat akan mengeluhkan manajemen perguruan tinggi soal transparansi keuangan, tata kelola, dan sebagainya.”

Di sisi lain, Perguruan Tinggi di Jawa masih menjadi incaran lulusan SMA di berbagai daerah. Otomatis ini menyebabkan kesenjangan biaya pendidikan dan mutu Pendidikan Tinggi. Sartono mengatakan, isu transparansi akan menjadi prioritas.

“Yang terpenting bagaimana kualitas sumber daya manusia yang kita siapkan dan ini suatu keharusan bagi Perguruan Tinggi. Ini tidak ada kaitannya apakah ini Perguruan Tinggi di daerah terpencil atau di Jawa yang lebih maju. Justru kalau dipersepsikan begitu, ya Jawa harus beri contoh, ini tantangan. Pesannya adalah kalau Perguruan Tinggi yang banyak ahlinya itu mengatakan (transparansi) itu sulit, lalu siapa lagi?,” tambah Agus Sartono.

Sementara itu, Direktur Program Pendidikan USAID, Margaret Sancho, mengatakan program ini akan memfasilitasi pertukaran pengalaman kepemimpinan dan manajemen, keahlian ilmiah dan teknis, serta pemahaman lintas budaya antara Indonesia dan Amerika Serikat.

“Semakin banyak insitusi pendidikan yang berkualitas dan di saat yang sama pemerintah Amerika Serikat juga ingin memberi kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar ke Amerika, “ demikian kata Margaret Sancho.

Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda